Menang Batas Wilayah, Pulau Sebatik Bertambah 127,3 Hektare Kembali ke Indonesia

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris BNPP Komjen Makhruzi Rahman saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI membahas penambahan 127,3 hektare wilayah Indonesia di Pulau Sebatik. (Posnews/BNPP)

Sekretaris BNPP Komjen Makhruzi Rahman saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI membahas penambahan 127,3 hektare wilayah Indonesia di Pulau Sebatik. (Posnews/BNPP)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar menggembirakan datang dari wilayah perbatasan. Sebanyak 127,3 hektare lahan di Pulau Sebatik resmi kembali ke Indonesia usai kesepakatan survei perubahan garis batas antara RI dan Malaysia.

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Makhruzi Rahman menegaskan, hasil survei bersama yang dilakukan sejak 2019 kini telah ditetapkan sebagai batas negara definitif.

“Perubahan garis batas ini berdampak langsung pada penambahan wilayah Indonesia seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik,” kata Makhruzi dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Makhruzi mengakui ada 4,9 hektare wilayah Pulau Sebatik yang masuk ke Malaysia. Proses penegasan batas tersebut dilakukan melalui pembangunan pilar batas di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Jabodetabek Diguyur Hujan Seharian, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk

Selanjutnya, BNPP bersama tim bilateral RI–Malaysia telah melaksanakan survei lapangan pada September hingga Oktober 2025, termasuk verifikasi tanaman, bangunan, dan aset warga yang terdampak perubahan garis batas.

Akibat perubahan tersebut, 1.007 tanaman dan 55 unit bangunan milik warga tercatat berada di area terdampak penyesuaian wilayah.

Negara Perkuat Wilayah Perbatasan

Sementara itu, Mendagri sekaligus Kepala BNPP Tito Karnavian menegaskan pemerintah memperkuat pembangunan kawasan perbatasan untuk pemerataan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Menurut Tito, isu perbatasan menjadi prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam membangun Indonesia dari wilayah pinggiran.

Selain itu, Tito menilai kawasan perbatasan memiliki nilai strategis ekonomi dan pertahanan, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  Tupperware: Dari Pesta Ibu-Ibu Amerika 1950-an

Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terhubung dengan jalur perdagangan global seperti Selat Malaka.

Di sisi lain, Tito menekankan kesejahteraan warga perbatasan sebagai benteng pertahanan alami negara. Dengan masyarakat yang sejahtera, kedaulatan dapat dijaga tanpa bergantung penuh pada kekuatan militer.

Saat ini, BNPP telah mengoperasikan 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan menyiapkan 11 PLBN tambahan. Tito pun meminta kepala daerah mengajukan kebutuhan pembangunan perbatasan secara bottom-up agar segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pembangunan perbatasan membutuhkan sinergi lintas kementerian, pemda, dan seluruh pemangku kepentingan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura
BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka
Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Berita Terbaru

Ilustrasi, petugas mengevakausi korban tewas. (Posnews/Humas)

JABODETABEK

Api Mengamuk di Tebet, 4 Nyawa Melayang dan 1 Orang Terluka

Senin, 24 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Senin 24 Agustus 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan.
(Posnews/iStock)

JABODETABEK

Cuaca Cerah Menyelimuti Jabodetabek, Suhu Bisa Capai 34°C

Senin, 24 Agu 2026 - 06:19 WIB

Serangan drone Rusia menewaskan 15 orang di pusat perbelanjaan Kryvyi Rih, kampung halaman Zelenskyy, yang berjanji memberikan respons tegas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:10 WIB