Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Distamhut DKI Temukan Dugaan Pungli oleh Oknum RT-RW dalam Proses Pemakaman Warga. (Posnews/Ist)

Distamhut DKI Temukan Dugaan Pungli oleh Oknum RT-RW dalam Proses Pemakaman Warga. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Program pemakaman gratis milik Pemprov DKI Jakarta kembali menjadi sorotan.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta mengungkap adanya modus baru pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan oknum RT dan RW dalam proses pemakaman warga.

Temuan tersebut terungkap dalam rapat kerja antara Distamhut DKI Jakarta dan Komisi D DPRD DKI Jakarta, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengakui praktik pungli di layanan pemakaman masih ditemukan meski pemerintah terus melakukan penertiban.

Namun, menurutnya, pola pungli kini berubah dan tidak lagi dominan dilakukan oleh petugas internal tempat pemakaman umum (TPU).

Modus Pungli Bergeser, Oknum RT dan RW Diduga Terlibat

Fajar menjelaskan pihaknya berhasil menekan praktik pungli yang sebelumnya melibatkan oknum pengelola TPU.

Baca Juga :  BNN Gempur Kampung Narkoba, Ungkap Jaringan Aceh-Bogor hingga Transnasional Golden Triangle

Akan tetapi, hasil evaluasi terbaru justru menemukan dugaan keterlibatan pihak luar, termasuk oknum RT dan RW.

“Memang kami masih menemukan praktik pungli, tetapi polanya sudah berubah. Jika dulu banyak terjadi di internal TPU, sekarang justru muncul dari pihak luar,” kata Fajar.

Menurutnya, sejumlah oknum memanfaatkan situasi duka keluarga untuk meminta sejumlah uang saat proses pemakaman berlangsung.

Akibatnya, masyarakat kerap mengira pungutan tersebut berasal dari petugas resmi pemakaman.

“Kami menemukan adanya keterlibatan oknum RT dan RW yang menerima uang dari ahli waris di luar mekanisme resmi pemakaman,” ungkapnya.

DPRD Minta Pemprov Bertindak Tegas

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nabilah Aboe Bakar, meminta Pemprov DKI mengevaluasi pelaksanaan program pemakaman gratis yang masih diwarnai keluhan masyarakat.

Nabilah menilai praktik pungli tidak boleh dibiarkan karena seluruh layanan pemakaman di TPU milik Pemprov DKI pada dasarnya tidak dipungut biaya.

“Saya meminta evaluasi menyeluruh. Di lapangan masih ada masyarakat yang mengeluhkan pungutan berlebihan saat pemakaman. Jangan sampai ini menjadi pembiaran yang terus berulang,” tegas Nabilah.

Baca Juga :  Natalius Pigai Tinjau Komnas HAM India untuk Perkuat Institusi HAM di Indonesia

Ahli Waris Kerap Terkecoh

Fajar mengungkapkan beberapa kasus menunjukkan adanya pihak luar yang mengatur proses pemakaman tanpa keterlibatan petugas TPU.

Kondisi tersebut membuat keluarga yang berduka sulit membedakan petugas resmi dengan pihak yang tidak memiliki kewenangan.

Akibatnya, ahli waris sering kali menyerahkan uang karena menganggap pungutan tersebut merupakan biaya resmi pemakaman.

“Kami menemukan pihak luar yang mengelola proses pemakaman sehingga ahli waris mengira mereka petugas pemakaman resmi. Karena itu, kami terus menelusuri akar persoalan ini,” jelas Fajar.

Pemprov DKI Perketat Pengawasan TPU

Sebagai tindak lanjut, Distamhut DKI Jakarta berjanji memperkuat pengawasan di seluruh TPU serta menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memanfaatkan layanan pemakaman gratis untuk kepentingan pribadi.

Pemprov DKI juga mengingatkan masyarakat bahwa layanan pemakaman di TPU milik pemerintah daerah tidak dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga diminta segera melapor apabila menemukan praktik pungli selama proses pemakaman berlangsung. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangunan di Pinggir Rel Kampung Bahari Ditertibkan, Kapolres Turun Memantau
Hujan Petir Mengintai Bogor, Cek Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo
Cuaca Jabodetabek: Cek Suhu & Potensi Hujan di Kotamu Sebelum Bepergian
Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan
Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan
Hati-hati Basah! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftarnya
Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:51 WIB

Bangunan di Pinggir Rel Kampung Bahari Ditertibkan, Kapolres Turun Memantau

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Hujan Petir Mengintai Bogor, Cek Cuaca Jabodetabek Hari Ini

Selasa, 3 November 2026 - 21:40 WIB

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 November 2026 - 05:31 WIB

Cuaca Jabodetabek: Cek Suhu & Potensi Hujan di Kotamu Sebelum Bepergian

Senin, 2 November 2026 - 20:13 WIB

Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan

Berita Terbaru

Corsair dan Embark Studios resmi meluncurkan lini periferal bertema ARC Raiders. Koleksi premium ini mencakup papan tik, tetikus, perangkat dengar, dan memberikan bonus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Corsair dan Embark Rilis Periferal ARC Raiders

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:53 WIB

Blaze Entertainment resmi merilis konsol genggam retro Evercade Nexus. Konsol ini menyajikan layar besar, stik analog ganda, dan dukungan ratusan kaset fisik. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blaze Entertainment Rilis Konsol Retro Evercade Nexus

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:46 WIB

FromSoftware mendadak matikan peladen Dark Souls Dua dan Tiga akibat masalah teknis. Pemain kaitkan insiden ini dengan gangguan keamanan sebelumnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

FromSoftware Matikan Peladen Dark Souls Dua dan Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:35 WIB

Rumor ungkap alasan EA menutup studio BioWare dan membatalkan Mass Effect. Beban utang membuat EA pilih mendanai Star Wars Battlefront Tiga. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rumor Ungkap Alasan EA Tutup Studio BioWare

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:24 WIB