Putin Ancam Perluas Invasi Jika Ukraina Tolak Syarat Moskow

Kamis, 18 Desember 2025 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Vladimir Putin mengklaim perang di Ukraina sedang menuju babak akhir saat berpidato dalam parade Hari Kemenangan yang disederhanakan. Dok: Istimewa.

Presiden Vladimir Putin mengklaim perang di Ukraina sedang menuju babak akhir saat berpidato dalam parade Hari Kemenangan yang disederhanakan. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Retorika perang dari Kremlin kian membara. Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ultimatum yang tidak main-main dalam pertemuan tahunan dengan petinggi militer, Rabu (17/12/2025).

Putin menegaskan posisi Moskow yang tidak bisa ditawar. Ia lebih memilih jalur diplomatik untuk mencapai tujuannya. Namun, jika Ukraina dan sekutu Baratnya menolak berdialog secara substantif, Rusia siap mengambil jalan kekerasan.

“Rusia akan mencapai pembebasan tanah bersejarahnya dengan cara militer,” ancam Putin.

Pernyataan ini merujuk pada wilayah Ukraina yang saat ini belum sepenuhnya dikuasai Rusia. Tujuannya jelas, Putin ingin memperluas zona penyangga keamanan di sepanjang perbatasan Rusia.

“Pasukan Kami Tak Tertandingi”

Putin membanggakan kekuatan militernya yang menurutnya kini berada di puncak performa. “Pasukan kami berbeda sekarang, mereka sudah teruji dalam pertempuran dan tidak ada pasukan lain seperti itu di dunia saat ini,” klaimnya.

Ia juga memamerkan modernisasi arsenal nuklirnya. Rudal balistik jarak menengah Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir akan resmi bertugas bulan ini. Bahkan, Putin sesumbar bahwa rudal ini mustahil dicegat oleh sistem pertahanan mana pun.

Baca Juga :  Ukraina Tuduh Rusia Lakukan 1.800 Pelanggaran Jelang Hari Kemenangan

Di medan tempur, Menteri Pertahanan Andrei Belousov melaporkan rencana ofensif baru. Pasukan Rusia bersiap untuk dorongan cepat ke bagian Donetsk yang masih dikuasai Ukraina, serta memperluas cengkeraman di Zaporizhzhia dan Dnipropetrovsk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zelenskyy: “Paket Keamanan Kuat” Tapi Belum Sempurna

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru saja menyelesaikan pembicaraan intensif dengan utusan AS di Berlin. Ia menilai draf perdamaian yang disusun AS “sangat bisa diterapkan” (very workable), meski belum sempurna.

Zelenskyy menyatakan kesiapan untuk melepas ambisi masuk NATO, asalkan Barat memberikan jaminan keamanan yang setara dengan Pasal 5 NATO. Akan tetapi, ia tetap menolak keras tuntutan Moskow untuk menarik mundur pasukan Ukraina dari wilayah yang belum direbut Rusia secara paksa.

Masa Depan Perang: Jalan Buntu atau Eskalasi 2026?

Melihat dinamika terkini, masa depan konflik ini tampak suram dan penuh ketidakpastian. Ada tiga skenario besar yang mungkin terjadi pada tahun 2026:

  1. Gencatan Senjata Rapuh: Tekanan Donald Trump mungkin berhasil memaksa kedua pihak menandatangani kesepakatan. Namun, perdamaian ini kemungkinan besar hanya bersifat sementara. Rusia akan menggunakan jeda ini untuk memulihkan kekuatan militer, sementara Ukraina memperkuat pertahanan. Konflik bisa meletus kembali kapan saja.
  2. Perang Atrisi Berkepanjangan: Jika negosiasi gagal total, perang akan berlanjut dengan intensitas tinggi. Rusia akan terus menggiling pertahanan Ukraina dengan keunggulan artileri dan jumlah pasukan. Akibatnya, garis depan mungkin akan bergeser perlahan ke barat, namun dengan biaya nyawa yang sangat mahal bagi kedua belah pihak.
  3. Eskalasi Nuklir Taktis: Ini adalah skenario terburuk. Jika pasukan Rusia terdesak mundur atau jika NATO terlibat lebih jauh, Putin mungkin akan mewujudkan ancamannya menggunakan senjata nuklir taktis atau rudal Oreshnik. Seketika, konflik lokal ini akan berubah menjadi Perang Dunia III.
Baca Juga :  Pratama Arhan Resmi Bercerai dari Azizah Salsha, Fokus Karier di Bangkok United

Pada akhirnya, bola panas kini berada di tangan para diplomat. Jika mereka gagal menemukan titik temu sebelum musim semi, tahun 2026 akan menjadi tahun yang jauh lebih berdarah bagi Eropa Timur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Berita Terbaru

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB