Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

EDMONTON, POSNEWS.CO.ID – Provinsi Alberta bersiap melakukan langkah politik drastis yang menantang otoritas pemerintah pusat Kanada. Premier Danielle Smith mengumumkan pada Kamis malam bahwa warga akan memberikan suara dalam sebuah referendum untuk membatasi aliran pendatang baru.

Langkah ini menandai babak baru ketegangan konstitusional di Kanada. Pasalnya, secara hukum, kebijakan imigrasi merupakan tanggung jawab utama pemerintah federal di Ottawa. Keputusan Smith ini muncul saat PM Mark Carney sedang berupaya meredam sentimen separatisme di wilayah Barat Kanada.

Tekanan Populasi dan Krisis Fiskal

Alasan utama di balik rencana referendum ini adalah pertumbuhan penduduk Alberta yang sangat eksponensial. Berdasarkan data terbaru, populasi Alberta telah melewati angka lima juta jiwa pada tahun 2025. Provinsi ini bahkan menambah lebih dari 600.000 orang hanya dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga :  Dunia Gagal Capai Target 2030? China Tawarkan Resep Baru

Oleh karena itu, Smith menuduh kebijakan “pintu terbuka” pemerintah federal telah membebani sumber daya provinsi secara tidak berkelanjutan. “Kebijakan ini telah membanjiri ruang kelas dan ruang gawat darurat kita dengan terlalu banyak orang,” ujar Smith. Kondisi ini semakin sulit karena Alberta menghadapi defisit anggaran akibat penurunan harga minyak mentah global.

Perbedaan Migrasi di Alberta

Meskipun seluruh Kanada sedang menyesuaikan target imigrasi, posisi Alberta tergolong cukup unik. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa Alberta juga menghadapi gelombang migrasi antar-provinsi yang sangat tinggi.

Namun demikian, banyak warga Kanada dari provinsi lain pindah ke Alberta untuk mencari peluang ekonomi dan perumahan terjangkau. Smith tetap bersikeras meminta mandat melalui referendum karena isu imigrasi internasional menjadi kekhawatiran utama warga lokal. Ia ingin memastikan bahwa pertumbuhan penduduk tidak merusak kualitas hidup masyarakat asli Alberta.

Baca Juga :  Produk Masih Dijual Bebas, Dokter Detektif Desak Penahanan Richard Lee

Rencana Pembatasan Layanan Publik

Jika referendum memberikan mandat, Smith berencana mengimplementasikan perubahan hukum yang signifikan. Salah satu rencana utamanya adalah membatasi akses ke berbagai program yang didanai oleh pemerintah provinsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Alberta kemungkinan akan menetapkan aturan baru bagi penerima layanan kesehatan dan pendidikan. Hanya warga negara Kanada dan individu dengan “status imigrasi yang disetujui Alberta” yang akan mendapatkan akses tersebut secara penuh. Langkah proteksionisme ini diprediksi akan memicu perdebatan hukum panjang mengenai hak asasi manusia di Kanada. Dunia kini menanti bagaimana PM Mark Carney akan merespons tantangan terbuka dari provinsi kaya minyak tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Tegaskan ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Berhak Ajukan Pleidoi di PN Batam
Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati
Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan
Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka
Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV
Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat
Begal Modus Pura-pura Diludahi di Cempaka Putih, Motor Pemuda Sukabumi Raib
Banjir Jakarta 20 Februari 2026: 168 RT Terendam, Kampung Melayu Capai 1,5 Meter

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:51 WIB

Kejagung Tegaskan ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Berhak Ajukan Pleidoi di PN Batam

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:19 WIB

Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:53 WIB

Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:55 WIB

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:45 WIB

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Berita Terbaru

Minuman hangat seperti wedang jahe, susu kunyit, dan teh jahe lemon yang meningkatkan imun tubuh saat musim hujan. (Posnews/Bluebird Provisions on Unsplash)

NETIZEN

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:55 WIB

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:45 WIB