Rekonstruksi Kasus Penyekapan Yuvita Peragakan 21 Adegan, Polisi Ungkap Fakta Baru

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka Taufik Hidayat mengenakan rompi tahanan saat menjalani rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki di Markas Polda Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). (Posnews/Ist)

Tersangka Taufik Hidayat mengenakan rompi tahanan saat menjalani rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki di Markas Polda Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). (Posnews/Ist)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki memasuki babak baru.

Penyidik Polda Jawa Barat menggelar rekonstruksi dengan memperagakan 21 adegan yang dilakukan tersangka Taufik Hidayat untuk mengungkap rangkaian kekerasan yang diduga dialami korban selama hampir tiga tahun.

Rekonstruksi berlangsung di Markas Polda Jawa Barat, Kamis (2/7/2026), dan digelar secara tertutup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidik memilih lokasi tersebut dengan mempertimbangkan faktor keamanan serta kenyamanan penghuni indekos yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

Taufik datang mengenakan rompi tahanan, peci krem, dan masker. Kedua tangannya terikat saat petugas menggiringnya menuju Gedung Direktorat Reserse PPA-PPO. Saat ditanya wartawan, ia mengaku siap menjalani rekonstruksi.

“Alhamdulillah, sehat. Iya, siap (ikut rekonstruksi),” ujar Taufik.

Terungkap Dugaan Penganiayaan di Tiga Lokasi

Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Barat, Kombes Rumi Untari, mengatakan rekonstruksi mengungkap dugaan penganiayaan berat di sedikitnya tiga lokasi berbeda.

Tersangka memperagakan berbagai bentuk kekerasan, mulai dari memukul korban menggunakan helm, kaki meja berbahan besi, hingga golok.

“Di antaranya memukul dengan helm, kemudian dengan kaki meja besi di TKP terakhir, kemudian ada dengan golok,” kata Rumi.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Penipuan Vespa Antik, Korban Rugi Rp 2 Miliar

Menurut Rumi, korban kesulitan mengingat seluruh peristiwa secara rinci karena mengalami gangguan penglihatan akibat kekerasan yang diterimanya.

Penyidik juga menemukan luka di bagian pelipis akibat pukulan tangan kosong dan benda tumpul yang sesuai dengan temuan di lokasi kejadian.

Selain itu, penyidik mengungkap sebagian aksi penganiayaan diduga dilakukan saat tersangka berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Ada yang pengaruh dia miras, ada yang juga tidak,” ujar Rumi.

Polisi Bantah Isu Bibir Korban Digunting

Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai luka di bibir korban.

Rumi menegaskan penyidik tidak menemukan bukti bahwa tersangka menggunting bibir Yuvita.

“Tidak ada. Pelaku juga tidak mengakui dan dari fakta yang ada juga tidak ada menggunting bibir itu,” tegasnya.

Menurut penyidik, bibir korban rusak dan giginya tanggal akibat pukulan berulang kali. Kondisi itu semakin parah karena korban tidak segera mendapatkan perawatan medis.

“Bibir rusak dan gigi rontok karena pukulan berkali-kali. Tidak diobati sehingga kondisinya semakin memburuk,” jelas Rumi.

Tersangka Sempat Obati Korban Sendiri

Penyidik juga mengungkap fakta baru. Setelah melihat kondisi korban memburuk, tersangka diduga sempat membeli obat di apotek dan mengobati korban sendiri.

Baca Juga :  Rashdul Kiblat 2026 Terjadi 27–28 Mei, Ini Cara Cek Arah Kiblat Akurat

Namun, tersangka tidak membawa korban ke rumah sakit karena diduga takut perbuatannya terbongkar.

“Dia takut mungkin korban meninggal, makanya dia membelikan obat dan mengobati sendiri,” kata Rumi.

Sementara itu, penyidik memastikan alasan Yuvita tidak melarikan diri selama hampir tiga tahun karena mengalami tekanan psikis dan ketakutan luar biasa.

“Jawaban korban konsisten, dia memiliki rasa takut yang sangat besar,” ujar Rumi.

Rekonstruksi Digelar di Polda

Rumi menjelaskan rekonstruksi sengaja tidak dilakukan di lokasi kejadian. Selain mempertimbangkan keamanan, penyidik juga ingin menjaga kenyamanan penghuni indekos di sejumlah TKP.

Penyidik telah mengidentifikasi sedikitnya enam lokasi yang berkaitan dengan perkara ini, yakni di kawasan Ciwaru, Cicaheum, Cilengkrang, dan Cileunyi.

Sementara itu, Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Agus Setiadi berharap penyidikan segera rampung agar berkas perkara dapat dilimpahkan ke tahap berikutnya.

“Setelah rekonstruksi kami akan berkoordinasi dengan penyidik agar perkara ini bisa berjalan cepat sesuai aturan,” kata Agus.

Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita menjadi perhatian publik setelah dugaan kekerasan yang berlangsung selama hampir tiga tahun terungkap.

Polisi menegaskan proses hukum terhadap tersangka terus berjalan dan seluruh fakta dalam rekonstruksi akan menjadi bagian penting dalam pembuktian di persidangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ruko di Bekasi Diduga Jadi Tambang Bitcoin Ilegal, 12 Server Diamankan Polisi
Cuaca Hari Ini di Jabodetabek 3 Juli 2026, Cerah Berawan Sepanjang Hari
Kemendag Ajak UMKM Jatim Tembus Pasar Global Lewat Trade Expo Indonesia 2026
Apes, Jambret di Cengkareng Masuk Jalan Buntu lalu Diamankan Warga
Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat Diduga Siksa Perempuan ke Bareskrim Polri
Kasus MBG Menyeret Kolonel BU, JAM-Pidmil Terima Pelimpahan Berkas
BNN Bongkar Gudang 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, 12 Ditangkap – Dua Bos Buron
Penyidikan MBG Meluas, Kejagung Serahkan Perkara Kolonel TNI ke Jampidmil

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:47 WIB

Rekonstruksi Kasus Penyekapan Yuvita Peragakan 21 Adegan, Polisi Ungkap Fakta Baru

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:18 WIB

Ruko di Bekasi Diduga Jadi Tambang Bitcoin Ilegal, 12 Server Diamankan Polisi

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:40 WIB

Kemendag Ajak UMKM Jatim Tembus Pasar Global Lewat Trade Expo Indonesia 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:29 WIB

Apes, Jambret di Cengkareng Masuk Jalan Buntu lalu Diamankan Warga

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:17 WIB

Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat Diduga Siksa Perempuan ke Bareskrim Polri

Berita Terbaru

Pukulan telak bagi pelanggan. Microsoft memastikan Call of Duty: Modern Warfare 4 tidak akan masuk ke layanan Game Pass saat rilis perdana. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kecewa Berat: Xbox Pastikan Call of Duty: MW 4 Absen

Jumat, 3 Jul 2026 - 07:53 WIB

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Satpam Selamat Setelah 8 Hari di Bawah Reruntuhan

Jumat, 3 Jul 2026 - 07:32 WIB

Aliansi ekonomi New Delhi. PM Jepang Sanae Takaichi dan PM India Narendra Modi bersepakat memperkuat kerja sama rantai pasok semikonduktor di tengah gejolak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan India Sepakat Perkuat Rantai Pasok Semikonduktor

Jumat, 3 Jul 2026 - 06:46 WIB