Jepang dan India Sepakat Perkuat Rantai Pasok Semikonduktor

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi ekonomi New Delhi. PM Jepang Sanae Takaichi dan PM India Narendra Modi bersepakat memperkuat kerja sama rantai pasok semikonduktor di tengah gejolak global. Dok: Istimewa.

Aliansi ekonomi New Delhi. PM Jepang Sanae Takaichi dan PM India Narendra Modi bersepakat memperkuat kerja sama rantai pasok semikonduktor di tengah gejolak global. Dok: Istimewa.

NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi hari Kamis. Kedua pemimpin sepakat memperkuat kolaborasi rantai pasok semikonduktor. Mereka juga membahas pengamanan mineral kritis. Kerja sama ini mencakup bidang keamanan ekonomi.

Kolaborasi Semikonduktor dan Keamanan Energi

Pertemuan berlangsung di kota New Delhi, India. Pejabat pemerintah Jepang membocorkan fokus utama dialog tersebut. Kedua negara sepakat menjaga kestabilan pengadaan energi.

Sebab, perang Amerika-Israel melawan Iran mengganggu pasokan minyak global. Perang tersebut pecah pada bulan Februari lalu. Takaichi dan Modi juga mempererat kerja sama keamanan maritim.

Kolaborasi ini mencakup penyediaan peralatan pertahanan bersama. Kedua pemimpin akan menyampaikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan. Mereka juga akan merilis beberapa dokumen hasil kesepakatan.

Jepang memandang India sebagai mitra sangat penting. Mereka ingin mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Langkah ini merespons peningkatan pengaruh militer Tiongkok di kawasan. Tiongkok juga terus memperluas pengaruh ekonominya secara agresif.

Tekanan Geopolitik Tiongkok terhadap Jepang

Pertemuan ini berlangsung saat hubungan Tokyo-Beijing merenggang. Takaichi sempat melontarkan pernyataan sensitif tentang Taiwan November lalu. Pernyataan PM Jepang tersebut memicu kemarahan pemerintah Tiongkok.

Tiongkok membalas dengan memperketat kontrol ekspor sejak Januari. Mereka membatasi pengiriman barang dwiguna ke Jepang. Barang tersebut berguna untuk keperluan sipil maupun militer. Pembatasan ini juga menyasar komoditas tanah jarang (rare earths).

Baca Juga :  Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi

Dinamika India di Tengah Tarif Tinggi Trump

India juga memiliki sengketa wilayah yang lama dengan Tiongkok. Kedua negara memperebutkan wilayah perbatasan di pegunungan Himalaya. Namun, India kini berupaya memperbaiki hubungan dengan Beijing.

Sebab, kedua negara memiliki ikatan ekonomi yang sangat kuat. Kebijakan tarif tinggi Presiden AS Donald Trump turut mendorong pemulihan ini.

Takaichi menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang sejak Oktober lalu. Ini merupakan kunjungan perdana Takaichi ke New Delhi. Jepang dan India secara rutin melakukan kunjungan pemimpin timbal balik. Takaichi akan mengakhiri kunjungan tiga harinya pada hari Jumat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima
AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel
Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko
Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina
AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:42 WIB

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Kamis 27 Agustus 2026 dengan kondisi cerah dan suhu panas.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Waspada Cuaca Panas Jabodetabek, Suhu Bisa Menembus 35°C

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:15 WIB

Pemerintah Jepang memperluas program daur ulang tanah dekontaminasi bekas bencana nuklir Fukushima ke kantor pemerintahan di Prefektur Miyagi dan Saitama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:00 WIB