Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hasil Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H di Jakarta.. (Posnews/Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hasil Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H di Jakarta.. (Posnews/Kemenag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Sidang dipimpin langsung Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan dihadiri jajaran pejabat Kemenag, tim ahli falak, perwakilan ormas Islam, hingga para duta besar negara sahabat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hilal Tak Penuhi Kriteria MABIMS

Dalam konferensi pers usai sidang, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H belum memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati negara-negara MABIMS.

“Secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria hilal MABIMS,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Jarak 1 Km dari Ka’bah

Berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, awal bulan Hijriah ditetapkan jika hilal mencapai tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun, hasil pemantauan di ratusan titik rukyat di seluruh Indonesia menunjukkan hilal masih berada di bawah standar tersebut. Karena itu, pemerintah menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

“Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” lanjut Menag.

Tiga Tahap Sidang Isbat

Sidang Isbat berlangsung dalam tiga tahapan penting.

Pertama, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag memaparkan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi sejak pukul 17.00 WIB.

Baca Juga :  Sidang Isbat Ramadan 1447 H Digelar Besok, Pantau Hilal di 96 Titik - Ini Jadwal dan Faktanya

Kedua, peserta sidang menggelar rapat tertutup setelah salat Magrib dengan mempertimbangkan data hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah.

Ketiga, Kemenag mengumumkan hasil resmi kepada publik melalui konferensi pers.

Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia akan mulai melaksanakan salat tarawih pada Rabu malam (18/2/2026) dan menjalani ibadah puasa perdana pada Kamis (19/2/2026).

Ramadan 2026 Resmi Dimulai

Penetapan ini memastikan awal Ramadan 1447 H berlangsung serentak secara nasional berdasarkan mekanisme hisab dan rukyat yang sah.

Pemerintah pun mengajak seluruh umat Islam menyambut bulan suci dengan penuh khidmat, menjaga persatuan, serta memperbanyak ibadah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brankas Tersembunyi di Rumah Sentul Simpan 74 Kg Emas dan Rp476 Miliar
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, BMKG Imbau Warga Waspadai Suhu Panas
SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua
Waspada! Super New Moon Picu Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia 8-22 Juli 2026

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:48 WIB

Brankas Tersembunyi di Rumah Sentul Simpan 74 Kg Emas dan Rp476 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:35 WIB

Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, BMKG Imbau Warga Waspadai Suhu Panas

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Berita Terbaru

Fenomena baru industri game independen. Dua pemuda asal Jepang mencetak rekor penjualan fantastis lewat game petak umpet unik Meccha Chameleon. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Meccha Chameleon Raup Rp 877 Miliar Hanya dalam Sebulan

Kamis, 9 Jul 2026 - 08:29 WIB