Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi infrastruktur. Jepang meresmikan

Ilustrasi, Modernisasi infrastruktur. Jepang meresmikan "jalur langit" khusus drone di atas jaringan kabel listrik nasional guna mempercepat inspeksi di wilayah pegunungan dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Jepang mengambil langkah berani dengan membuka “jalur langit” di atas jaringan kabel listrik yang membentang di seluruh negeri. Kebijakan ini merupakan respon pemerintah dan perusahaan utilitas untuk mencari cara yang lebih aman serta cepat dalam menginspeksi infrastruktur di wilayah pegunungan.

Dalam konteks ini, percepatan pembangunan rute udara ini terjadi di tengah upaya perusahaan listrik dan firma teknologi untuk memodernisasi pekerjaan inspeksi. Oleh karena itu, langkah ini juga berfungsi untuk menjawab tantangan kelangkaan tenaga kerja yang semakin akut di Negeri Sakura tersebut.

Efisiensi Tinggi: Dari Delapan Jam Menjadi Tiga Jam

Target ambisius Jepang adalah memperluas jaringan rute drone ini hingga mencapai 40.000 kilometer pada tahun fiskal 2035. Bahkan, beberapa rute sudah mulai beroperasi untuk memantau dan memeriksa fasilitas transmisi serta distribusi listrik. Salah satu demonstrasi di Chichibu, Prefektur Saitama, menunjukkan efektivitas teknologi ini secara nyata.

Baca Juga :  Timur Tengah Membara: Iran Tutup Selat Hormuz

Sebagai contoh, metode konvensional memerlukan dua pekerja dan waktu lebih dari delapan jam untuk memeriksa dua menara di area pegunungan. Namun, dengan menggunakan drone, satu operator dapat menyelesaikan tugas yang sama hanya dalam waktu tiga jam dari kaki gunung. Akibatnya, perusahaan dapat menghemat sumber daya manusia dan waktu secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas inspeksi.

Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja dan Risiko Keselamatan

Pekerjaan inspeksi menara listrik selama ini menuntut fisik yang kuat karena pekerja harus mendaki medan terpencil dan memanjat menara secara manual. Oleh sebab itu, sektor utilitas menghadapi masalah besar seiring dengan penuaan populasi Jepang yang mengurangi jumlah tenaga kerja produktif.

“Penggunaan drone menghilangkan kebutuhan orang untuk masuk ke hutan dan pegunungan,” ujar Shuhei Amano dari TEPCO Power Grid Inc. Lebih lanjut, drone menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki helikopter atau pesawat terbang biasa. Drone mampu mendekati kabel dengan presisi tinggi tanpa risiko tabrakan yang fatal, sehingga meningkatkan standar keselamatan kerja secara keseluruhan.

Baca Juga :  Xi Jinping Sapa Museveni, China-Uganda Perkuat Poros Strategis

Perluasan Jaringan dan Masa Depan Logistik

Pengembangan rute ini tidak hanya berhenti di atas kabel listrik. Secara simultan, pemerintah juga menyetujui rute drone di atas sungai-sungai besar, seperti Sungai Tenryu di Prefektur Shizuoka, untuk pemantauan aliran air. Selanjutnya, otoritas berencana mengembangkan rute serupa di seluruh sungai kelas satu di Jepang guna mitigasi bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Grid Sky Way LLP, perusahaan yang menangani pengembangan sistem ini, juga mempertimbangkan penggunaan jalur langit untuk sektor logistik dan tanggap darurat bencana di masa depan. CEO Grid Sky Way, Koichi Adachi, menegaskan bahwa drone memiliki potensi besar untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial. Pada akhirnya, keberhasilan jalur langit ini akan bergantung pada seberapa luas pelaku bisnis dapat memanfaatkan rute yang telah terbangun tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia
Bupati Syamsul Auliya Rachman Jadi Tersangka, KPK Bongkar Setoran THR Rp610 Juta
Mudik Lebaran 2026, Kapolda Metro Jaya Pastikan 1.647 Titik Pengamanan Siap
Strategi Tanpa Arah: Membedah Kekacauan Politik di Balik Serangan Militer AS ke Iran
Klaim Kemenangan Mutlak AS: Pete Hegseth Sebut Militer Iran Lumpuh Total di Hari ke-13
Guncangan Global di Afrika: Menlu Afsel Peringatkan Ancaman Krisis Pangan dan Energi
Jaringan Pemasok Senjata ke KKB Yalimo–Yahukimo Dibongkar Polisi, 8 Orang Ditangkap
Trump Tolak Tawaran Putin: AS Pertimbangkan Operasi Militer Rebut Uranium Iran

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:13 WIB

Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:56 WIB

Bupati Syamsul Auliya Rachman Jadi Tersangka, KPK Bongkar Setoran THR Rp610 Juta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:53 WIB

Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:54 WIB

Mudik Lebaran 2026, Kapolda Metro Jaya Pastikan 1.647 Titik Pengamanan Siap

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:48 WIB

Strategi Tanpa Arah: Membedah Kekacauan Politik di Balik Serangan Militer AS ke Iran

Berita Terbaru