JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Lampu penerang di jalan sangat dibutuhkan masyarakat yang beraktivitas di malam hari. Selain itu lampu penerang juga mengurangi kerawanan di lokasi tersebut.
Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Utara mengklaim telah menuntaskan pemasangan 1.318 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di enam kecamatan sepanjang Januari–Oktober 2025.
Klaim ini disebut melampaui target tahunannya yang hanya 1.000 titik. Namun, di balik angka besar tersebut, sebagian warga menilai masih banyak lokasi yang gelap gulita dan belum tersentuh lampu baru.
Kasi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota serta PJU Sudin Bina Marga Jakarta Utara, Untung Pitoyo, menegaskan bahwa pemasangan PJU dilakukan berdasarkan Musrenbang, reses anggota DPRD, dan permintaan resmi RT/RW.
“Realisasinya melebihi target. Total 1.318 titik telah terpasang,” ujarnya, Senin (17/11).
Penyebaran Lampu Tidak Merata di Enam Kecamatan
Untung merinci pemasangan sebagai berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Penjaringan: 301 titik
- Cilincing: 441 titik
- Pademangan: 168 titik
- Tanjung Priok: 134 titik
- Koja: 81 titik
- Kelapa Gading: 193 titik
Meski jumlahnya besar, distribusi penerangan tampak timpang. Koja misalnya, hanya mendapat 81 titik, jauh di bawah Cilincing yang menerima lebih dari lima kali lipat. Warga di beberapa RW Koja dan Priok bahkan mengeluhkan masih adanya jalan lingkungan yang gelap dan rawan tindak kriminal.
Gunakan Lampu LED, Tapi Efektivitas Dipertanyakan
Semua titik PJU memakai lampu LED 90–120 watt untuk jalan utama dan 40–90 watt untuk gang permukiman. Setiap tiang berdiri dengan ketinggian tujuh meter. Namun, kritik muncul karena sebagian lampu disebut sering redup dan tidak menjangkau area yang lebih luas.
Untung tetap optimistis pemasangan ribuan lampu ini akan meningkatkan keamanan warga. “Jalan terang bisa mengurangi risiko kecelakaan dan potensi kriminal,” tegasnya.
Koordinator Dewan Kota Jakarta Utara, Epriyanto, mengapresiasi kinerja Sudin Bina Marga. “Kami bersyukur permohonan warga telah ditindaklanjuti. Pasukan Kuning juga mengganti lampu-lampu yang rusak,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan fasilitas yang dibangun dari APBD harus dijaga bersama. “Saya minta warga tidak merusak atau mencuri. Pencahayaan yang baik bermanfaat bagi semua,” tandasnya.
Di sisi lain, beberapa warga berharap Sudin Bina Marga tidak hanya terpaku pada angka capaian, tetapi memastikan penerangan benar-benar merata, terutama di gang-gang yang masih gelap dan rawan kriminalitas. (red)




















