Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Batas akhir kemanusiaan. PBB mengecam keras retorika Presiden Donald Trump yang mengancam akan melenyapkan peradaban Iran, menegaskan bahwa tidak ada tujuan militer yang membenarkan penghancuran massal terhadap warga sipil. Dok: Istimewa.

Batas akhir kemanusiaan. PBB mengecam keras retorika Presiden Donald Trump yang mengancam akan melenyapkan peradaban Iran, menegaskan bahwa tidak ada tujuan militer yang membenarkan penghancuran massal terhadap warga sipil. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, melontarkan seruan mendesak untuk persatuan dan tindakan nyata melawan rasisme pada hari Sabtu. Guterres menegaskan bahwa “racun kuno” ini masih hidup dan berkembang di setiap komunitas, masyarakat, dan wilayah di seluruh dunia.

Dalam pesan memperingati Hari Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial, ia menyoroti rasisme sebagai pendorong utama berbagai masalah dunia saat ini. Hal ini mencakup ketimpangan ekonomi, kebijakan diskriminatif, hingga konflik terbuka yang menghancurkan tatanan sosial di tahun 2026.

Warisan Kolonialisme dan Ancaman Digital

Guterres menyatakan bahwa rasisme modern merupakan kelanjutan dari warisan kolonialisme, perbudakan, dan penindasan masa lalu. Namun, ancaman ini kini bertransformasi melalui pemanfaatan alat digital dan teknologi baru. Akibatnya, masyarakat dunia kini kebanjiran ujaran kebencian, kebohongan, dan stereotip berbahaya yang memicu kekerasan nyata.

“Teknologi digital menyebarkan rasisme dengan cara yang melampaui batas-batas fisik,” peringat Guterres. Ia menekankan bahwa prasangka yang tersebar di ruang siber sering kali berujung pada pelecehan dan tindakan kekerasan di dunia nyata terhadap kelompok minoritas.

Antidote: Persatuan dan Implementasi Deklarasi Durban

Menurut pimpinan tertinggi PBB tersebut, obat dari rasisme adalah persatuan dan aksi kolektif. Ia mendesak seluruh pemerintah, institusi, pelaku bisnis, dan komunitas untuk bekerja sama melindungi keadilan serta martabat manusia. “Setiap orang berhak atas hak asasi manusia yang setara,” tegas Guterres.

Secara spesifik, Guterres menuntut ratifikasi universal dan implementasi penuh dari Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. Ia juga mengingatkan dunia untuk memenuhi janji dalam Deklarasi Durban yang kini menandai peringatannya yang ke-25. Deklarasi ini mencakup langkah-langkah konkret untuk mengakhiri rasisme, xenofobia, dan intoleransi terkait lainnya.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta

Panggilan untuk Bertindak Setiap Hari

Di tengah ketegangan global yang kian meningkat, Guterres mengajak setiap individu untuk berani mengambil sikap. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk hak asasi manusia harus terjadi setiap hari, bukan hanya pada saat peringatan seremonial saja.

“Kita harus menghapus noda rasisme dari dunia kita sekarang juga,” ujar Guterres dalam pernyataan penutupnya. Upaya kolektif internasional menjadi sangat krusial guna memastikan generasi masa depan tidak lagi terbebani oleh diskriminasi berbasis ras dan etnis. Dunia kini menanti sejauh mana para pemimpin negara bersedia mengubah retorika perdamaian menjadi kebijakan nasional yang inklusif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya
Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan
Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran
Amerika Serikat dan Iran Resmi Rilis Dokumen Damai
PM Jepang Sanae Takaichi Sukses Jalani Debut Diplomasi G7

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:46 WIB

Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:41 WIB

Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan

Berita Terbaru