Risalah PBNU Bocor, KH Abdul Muhaimin Desak Manuver terhadap Gus Yahya Dihentikan

Minggu, 23 November 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta.
(Posnews/Ist)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Konflik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas setelah risalah internal bocor ke publik dan memicu manuver politik di kalangan elite.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

A’wan PBNU KH Abdul Muhaimin membenarkan risalah rapat Rais Aam PBNU yang mendesak Gus Yahya mundur dari Ketua Umum PBNU, namun ia langsung mengecam pihak yang membocorkan dokumen internal tersebut ke publik.

Benar. Tapi yang tidak wise itu, pembicaraan internal kok disebar seenaknya. Sekarang beredar di semua WA,” tegas Muhaimin, Minggu (23/11/2025).

Muhaimin menilai penyebaran surat tersebut mengarah pada manuver politik terhadap Gus Yahya. Karena itu, ia mendesak pihak yang menunggangi isu ini segera menghentikan langkah tersebut.

Baca Juga :  Tragedi Hajatan Berdarah di Purwakarta, Korban Tewas Dihajar Usai Tolak Uang Jatah

Itu seperti mereka sedang mengonsolidasikan pendukung. Karena itu, Mbok manuver seperti itu dihentikan,” ujarnya.

Selain itu, Muhaimin juga menyinggung penyelesaian masalah internal PBNU. Ia menyebut Saifullah Yusuf (Gus Ipul) harus ikut bertanggung jawab dengan mundur dari jabatan Sekjen PBNU.

Fatsunnya nggak elok. Gus Ipul harus mundur dari Sekjen atau dari menteri biar tidak ada abuse of power,” katanya.

Sebelumnya, Rais Aam PBNU melalui Rapat Harian Syuriyah pada Kamis (20/11/2025) resmi meminta Gus Yahya mundur dari jabatan Ketua Umum. KH Miftachul Akhyar menandatangani langsung risalah tersebut.

Rapat memberi tenggat tiga hari bagi Gus Yahya untuk melepas jabatan. Jika tidak, Syuriyah menyatakan siap memberhentikan Ketua Umum PBNU itu.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar Jaringan ‘Om Bos’, Kurir Sabu Rp5 Juta per Kilo Ditangkap

Rapat yang berlangsung di Hotel Aston City dihadiri 37 dari 53 anggota. Dalam risalahnya, Syuriyah memaparkan pelanggaran yang meliputi:

  • pemanggilan narasumber yang berjejaring Zionisme Internasional dalam AKN NU;
  • pelanggaran AD/ART dan ketentuan organisasi, terutama saat dunia mengecam agresi Israel;
  • indikasi masalah tata kelola keuangan yang dinilai membahayakan badan hukum PBNU.

Dengan mempertimbangkan tiga poin tersebut, Syuriyah menyerahkan keputusan final kepada Rais Aam dan dua wakilnya. Hasil musyawarah menyimpulkan:

  • a. Gus Yahya wajib mundur dalam tiga hari.
  • b. Jika tidak, Syuriyah akan memberhentikannya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB