GAZA/NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Bantuan kemanusiaan terus mengalir, akan tetapi penderitaan di Jalur Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada hari Selasa (27/1), pekerja kemanusiaan PBB memberikan penilaian suram: situasi tetap “mengerikan” bagi ratusan ribu keluarga yang membutuhkan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) merilis data terbaru mengenai upaya pangan. PBB dan mitranya kini menyediakan roti kepada setidaknya 43 persen populasi di seluruh Jalur Gaza setiap hari. Mereka membagikan roti tersebut secara gratis atau menjualnya dengan harga subsidi kurang dari $1 per paket 2 kg.
Selain itu, distribusi tepung gandum bulanan juga berjalan. Bulan ini saja, mitra kemanusiaan telah menjangkau 1,2 juta orang dengan paket bantuan pangan standar tersebut.
Meskipun demikian, perut yang kenyang tidak bisa sepenuhnya melindungi warga dari ancaman lain yang tak kalah mematikan: cuaca dingin.
Hipotermia: Pembunuh Senyap
Selanjutnya, OCHA melaporkan kabar tragis dari akhir pekan lalu. Seorang anak kembali meninggal dunia akibat hipotermia (kedinginan ekstrem). Akibatnya, kematian ini menambah jumlah total anak yang tewas akibat cuaca dingin menjadi 10 orang.
Angka ini menjadi tamparan keras bagi komunitas internasional. Meskipun mitra kemanusiaan telah mendistribusikan tenda, terpal, kasur, dan selimut kepada lebih dari 7.500 keluarga, serta pakaian musim dingin untuk 1.400 anak, kebutuhan di lapangan jauh melampaui pasokan.
“Solusi berkelanjutan sangat mendesak,” tegas OCHA. Lebih dari 1 juta orang membutuhkan dukungan tempat tinggal yang layak. Kebutuhan tersebut meliputi peralatan untuk memperbaiki rumah, bahan untuk ruang pemanas komunal, hingga alat berat untuk membersihkan puing-puing agar warga dapat menggunakan kembali lahan tersebut untuk perumahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesehatan Mental dan Harapan di Tembok Runtuh
Di sisi lain, upaya pemulihan mental terus berjalan di tengah kehancuran. Sejak Rabu, mitra kemanusiaan telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan voucher tunai dan dukungan musim dingin.
Mereka juga menyediakan dukungan kesehatan mental dan psikososial kepada ratusan orang yang trauma akibat perang berkepanjangan.
Kemudian, simbol harapan pun muncul di sela-sela puing. Sekelompok seniman muda Palestina terlihat melukis mural yang menggambarkan harapan di dinding-dinding bangunan yang hancur di Kota Gaza pada hari Senin.
Peringatan Keras untuk Tepi Barat
Sementara itu, saat mata dunia tertuju pada Gaza, situasi di Tepi Barat tidak kalah mengkhawatirkan. Laporan mitra perlindungan global yang rilis Jumat lalu menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) oleh pasukan Israel.
Laporan tersebut memperingatkan tingginya tingkat kematian dan cedera di kalangan pria dan anak laki-laki Palestina di wilayah tersebut. Oleh karena itu, PBB menyerukan respons yang kuat dan berfokus pada perlindungan, serta mendesak pembebasan warga Palestina yang aparat tahan secara sewenang-wenang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency




















