APIA, POSNEWS.CO.ID – Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini merambah hingga ke wilayah Pasifik Selatan. Para pemimpin Samoa dan Tonga menyatakan kekhawatiran besar atas potensi kelangkaan bahan bakar dan lonjakan biaya hidup yang tak terkendali.
Harga minyak dunia melonjak hingga hampir $110 per barel menyusul serangan terhadap infrastruktur energi di Iran dan negara-negara Teluk. Bagi negara yang bergantung pada impor seperti Samoa dan Tonga, situasi ini merupakan ancaman eksistensial bagi stabilitas nasional mereka di tahun 2026.
Samoa: Meminta Jaminan Pasokan dari Selandia Baru
Perdana Menteri Samoa, La’aulialemalietoa Leuatea Schmidt, mengadakan pertemuan mendesak dengan pemimpin Selandia Baru, Christopher Luxon, pada hari Rabu. Schmidt meminta Selandia Baru membantu pengalihan pasokan bahan bakar ke negaranya jika krisis di Timur Tengah memburuk.
Saat ini, Samoa mengandalkan diesel impor untuk menghasilkan dua pertiga kebutuhan energi nasionalnya. Meskipun biasanya mendapatkan pasokan dari Singapura, Schmidt merasa perlu memiliki “payung perlindungan” dari tetangga terdekatnya. “Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami meminta bantuan untuk menutupi kebutuhan kami jika sesuatu terjadi,” ujar Schmidt.
Tonga: Ketergantungan Ekstrem dan Koordinasi Intelijen
Kondisi yang lebih kritis terjadi di Tonga, di mana 80 persen energi nasional berasal dari diesel impor. Perdana Menteri Tonga, Lord Fakafanua, mengungkapkan bahwa Australia dan Selandia Baru kini berbagi informasi intelijen dengan negaranya. Koordinasi ini bertujuan agar Tonga dapat bersiap menghadapi kemungkinan terburuk terkait penghentian pasokan.
Tonga memiliki pengalaman pahit tahun lalu saat keterlambatan pemeliharaan dan masalah penyimpanan membuat cadangan bahan bakar hampir kering. Lord Fakafanua menegaskan bahwa pembatasan saat ini berada di luar kendali mereka. Fokus utama pemerintah sekarang adalah memastikan ketersediaan energi yang cukup untuk menjaga aktivitas harian penduduk tetap berjalan.
Ancaman bagi Pariwisata dan Ketahanan Pangan
Krisis energi ini menghantam dua sektor utama ekonomi Pasifik secara bersamaan. Sektor pariwisata menyumbang 25 persen PDB Samoa dan 11 persen PDB Tonga. Kenaikan harga bahan bakar jet (avtur) memberikan tekanan besar pada maskapai penerbangan yang melayani rute ke kepulauan terpencil ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, komunitas lokal di kedua negara sangat bergantung pada sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kelangkaan bahan bakar akan melumpuhkan kapal-kapal nelayan dan memicu krisis pangan domestik. Lord Fakafanua mengharapkan resolusi cepat atas konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Tonga tetap “berteman dengan semua, musuh bagi tidak ada siapa pun.”
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















