Ukraina Terkepung: Rusia Lancarkan Gelombang Serangan Drone dan Rudal Terbesar Tahun 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump secara resmi mengundang Vladimir Putin ke KTT G20 di Miami, menyebut pengusiran Rusia dari G8 sebagai kesalahan sejarah. Dok: Istimewa.

Presiden Donald Trump secara resmi mengundang Vladimir Putin ke KTT G20 di Miami, menyebut pengusiran Rusia dari G8 sebagai kesalahan sejarah. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Rusia menghantam Ukraina dengan gelombang rudal dan drone yang mematikan pada hari Sabtu. Serangan terkoordinasi ini menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Kyiv dan sekitarnya.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia menargetkan infrastruktur energi dan pemukiman warga sipil. “Rusia mencoba mengeksploitasi perang di Timur Tengah untuk menyebabkan kehancuran yang lebih besar di sini, di Eropa,” tulis Zelenskyy melalui platform X.

Korban Sipil dan Kerusakan Infrastruktur

Lima dari korban tewas berada di wilayah Kyiv, di mana rudal menghantam bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum. Selain di ibu kota, wilayah Sumy, Kharkiv, Dnipro, dan Mykolaiv juga menjadi target gempuran. Secara keseluruhan, militer Ukraina melaporkan penggunaan 430 drone dan 68 rudal dalam satu malam serangan tersebut.

Baca Juga :  Kemenangan Sinematik di Teheran: Trump Klaim Sukses Evakuasi Pilot AS di Tengah Penolakan Perang

Di Zaporizhzhia, bom berpemandu Rusia menghantam area perumahan dan menewaskan satu orang tambahan. Rekaman video menunjukkan petugas darurat bekerja di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Banyak warga lanjut usia melaporkan kehilangan rumah dan harta benda mereka dalam hitungan detik akibat ledakan dahsyat tersebut.

Krisis Pertahanan Udara dan Pengalihan Fokus Global

Zelenskyy kembali mendesak para mitra internasional untuk mempercepat produksi dan pengiriman sistem pertahanan udara. Saat ini, stok amunisi pertahanan udara Ukraina dilaporkan mulai menipis. Hal ini terjadi karena sebagian besar sumber daya militer Amerika Serikat dan sekutunya dialihkan untuk menangkis serangan Iran di kawasan Teluk.

Kurangnya perhatian internasional terhadap perang Ukraina yang telah berlangsung empat tahun ini membuat Moskow semakin agresif. Pejabat Ukraina menilai Rusia tidak memiliki niat untuk mengakhiri konflik dan justru meningkatkan serangan selama musim dingin guna melemahkan tekad rakyat Ukraina.

Baca Juga :  KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Bea Cukai, Sita Emas 3 Kg dan Uang Miliaran

Dampak Regional: Polandia dan Moldova Siaga Satu

Eskalasi serangan Rusia juga memicu ketegangan di negara-negara tetangga. Angkatan Udara Polandia, yang merupakan anggota NATO, terpaksa menerbangkan jet tempur mereka untuk melindungi ruang udara nasional selama serangan berlangsung. Meskipun tidak ada pelanggaran wilayah, langkah ini menunjukkan tingginya risiko tumpahan konflik ke wilayah Eropa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di Moldova, Kementerian Luar Negeri mengecam masuknya drone Rusia ke ruang udara mereka. Tindakan Moskow dianggap merusak keamanan regional dan membahayakan warga sipil di perbatasan. Hingga saat ini, Kementerian Energi Ukraina melaporkan bahwa konsumen di enam wilayah masih tanpa aliran listrik akibat kerusakan sistem transmisi dan pembangkit.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja
Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar
May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung
Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem
WNI Ditangkap di Mekkah! Sindikat Penipuan Haji Ilegal Terbongkar, Pakai Atribut Petugas
Kepingan Logam di Gunung Takachiho yang Menyatukan Keluarga Korban PD II

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:19 WIB

May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kamis, 30 April 2026 - 15:24 WIB

Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung

Berita Terbaru

Sinyal perdamaian dari Ruang Oval. Presiden Donald Trump mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina saat memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sembari menolak tawaran bantuan nuklir Iran dari Vladimir Putin sebelum perang di Eropa berakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:35 WIB

Konfrontasi di Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari anggota Partai Demokrat terkait biaya perang yang membengkak dan pembersihan kepemimpinan di Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:29 WIB