YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pemandangan tidak sedap dan jorok kembali terlihat di salah satu ruas jalan utama Kota Yogyakarta. Tumpukan sampah liar tampak menggunung di trotoar Jalan Wahid Hasyim, pada Sabtu (8/11/2025) pagi.
Warga dan pengguna jalan yang melintas mengeluhkan kondisi ini. Selain merusak estetika kota, tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau menyengat dan mulai dipenuhi belatung. Warga khawatir tumpukan itu menjadi sumber penyakit.
Laporan Warga: Penuh Belatung dan Bau
Salah satu warga melaporkan kejadian ini setelah melintas di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mendapati tumpukan sampah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak terurus.
“Tadi pagi jam 9:30 saya lewat, sampahnya sudah penuh belatung dan baunya kuat banget. Sangat mengganggu,” ujar pelapor tersebut.
Lokasi tumpukan sampah liar itu berada persis di pinggir Jalan Wahid Hasyim, berdekatan dengan sebuah papan reklame berwarna biru. Foto yang beredar menunjukkan beberapa karung putih dan kantong plastik besar berisi sampah rumah tangga terbuang begitu saja di atas trotoar.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan masalah bau, tetapi juga mengganggu hak pejalan kaki. Pengguna trotoar terpaksa berjalan sedikit ke badan jalan untuk menghindari tumpukan sampah tersebut. Tindakan ini tentu membahayakan keselamatan mereka di tengah lalu lintas yang padat.
Opini dan Saran: Darurat Sampah Butuh Aksi Bersama
Kejadian ini kembali menyoroti masalah darurat sampah yang tak kunjung usai di Yogyakarta. Munculnya titik-titik pembuangan liar di jalan-jalan utama menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar soal pengangkutan, tapi juga soal kedisiplinan dan pengawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga berharap pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dapat segera merespons laporan ini. Pembersihan cepat sangat dibutuhkan sebelum sampah semakin membusuk dan menyebarkan penyakit, terutama di musim hujan.
Namun, membersihkan saja tidak cukup. Warga mendesak Pemerintah Kota Yogyakarta untuk lebih tegas menertibkan dan mengawasi titik-titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan liar. Otoritas mungkin perlu memasang CCTV atau menggelar patroli rutin di area seperti Jalan Wahid Hasyim untuk memberikan efek jera.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan adalah kunci utama. Jalanan dan trotoar adalah fasilitas publik, bukan tempat pembuangan akhir (TPA) pribadi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















