TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Hubungan persahabatan antara Paraguay dan Taiwan memasuki babak baru yang semakin solid. Presiden Paraguay Santiago Pena secara terbuka mendukung Taiwan. Ia menjunjung tinggi hubungan bilateral dan menjanjikan dukungan penuh di panggung internasional.
Pernyataan tersebut meluncur saat Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyambut Pena dalam upacara militer yang megah di Taipei pada hari Jumat. Kunjungan ini merupakan perjalanan kedua Pena ke Taiwan sejak menjabat presiden. Hal ini membuktikan keteguhan hatinya dalam menjaga kemitraan tradisional tersebut.
Komitmen Nilai-Nilasi Demokrasi Bersama
Dalam pidato sambutannya, Presiden Pena menegaskan bahwa hubungan kedua negara bukan sekadar masalah politik. Ia menyebutnya sebagai aliansi strategis berlandaskan prinsip-prinsip suci.
“Paraguay sangat menghargai hubungan ini. Kami berkomitmen terus mendukung Taiwan dalam aliansi strategis,” tegas Pena. Dukungan tersebut berlandaskan nilai-nilai bersama seperti demokrasi, kebebasan, HAM, dan supremasi hukum. Selain itu, ia memandang Taiwan sebagai mitra pembangunan yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan ekonomi Paraguay.
Menepis Desakan dan Intimidasi China
Kunjungan Pena ini memiliki arti politis yang sangat tajam bagi Beijing. China secara konsisten mengeklaim Taiwan sebagai salah satu provinsinya. Beijing juga terus berupaya menarik sekutu-sekutu diplomatik Taipei ke orbitnya. Bahkan, pada hari Kamis lalu, pemerintah China secara resmi menyerukan agar Paraguay segera mengakhiri hubungan diplomatiknya.
Namun demikian, pemerintahan Pena tetap bergeming. Paraguay merupakan sekutu Taiwan dengan luas wilayah terbesar. Negara ini memegang posisi kunci bagi eksistensi diplomatik Taipei. Di saat banyak negara beralih haluan demi akses pasar China, Paraguay memilih untuk tetap setia pada prinsip demokrasi yang mereka anut bersama Taiwan.
Hubungan dengan Washington dan Tekanan Internal
Presiden Pena juga dikenal memiliki hubungan yang sangat baik dengan Amerika Serikat. Pada Februari lalu, ia mengunjungi Washington untuk bergabung dalam dewan perdamaian baru bentukan Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Trump secara akrab menyebut Pena sebagai pemimpin muda yang impresif. Hal ini mempertegas dukungan AS terhadap kebijakan luar negeri Paraguay.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, tantangan internal tetap membayangi keputusan diplomatik Asunción. Laporan investigasi menunjukkan bahwa China mulai melakukan pendekatan gerilya terhadap kelas politik di Paraguay. Belasan anggota parlemen, jurnalis, dan tokoh oposisi dilaporkan telah mengunjungi China sejak akhir tahun 2023.
Politik domestik Paraguay juga diramaikan oleh perdebatan biaya ekonomi akibat absennya akses pasar China. Isu tersebut terus menjadi sorotan panas bagi pemerintahan Pena di tahun 2026.
Persahabatan yang Kian Mendalam
Presiden Lai Ching-te menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan tanpa henti dari pemerintah Paraguay. Menurut Lai, Paraguay secara vokal menyuarakan kepentingan Taiwan di arena internasional. Asunción merupakan pendukung kuat partisipasi global Taipei.
“Kunjungan Presiden Pena kali ini akan memperdalam persahabatan kita. Kerja sama kita pun akan semakin erat,” ujar Lai, optimis. Singkatnya, kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih mampu berdiri tegak di atas kepentingan pragmatisme ekonomi semata.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












