TNI Sita Senjata Api TPNPB OPM di Papua Sepanjang 2026, Ratusan Amunisi Diamankan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI menunjukkan senjata api dan amunisi hasil sitaan dari kelompok TPNPB-OPM di Papua. (Posnews/Ist)

Prajurit TNI menunjukkan senjata api dan amunisi hasil sitaan dari kelompok TPNPB-OPM di Papua. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III bersama Koops Habema menyita puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, serta senjata tajam milik kelompok TPNPB-OPM dalam rangkaian operasi di Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Operasi berbasis intelijen itu juga menyita alat komunikasi, perangkat pengintaian, uang tunai rupiah, hingga bendera Bintang Kejora yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata tersebut.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan penyitaan itu berhasil menekan ancaman terhadap warga sipil di Papua.

“Jika senjata ini masih beredar, ancamannya sangat besar bagi masyarakat, termasuk warga asli Papua,” kata Lucky, Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga :  Jaringan Narkoba White Rabbit, Bareskrim Ciduk “Koko” dan “Mami Mika” - Sita Rp3,8 Miliar

TNI Lumpuhkan Sejumlah Tokoh Kelompok Bersenjata

Selain menyita persenjataan, pasukan TNI juga melumpuhkan sejumlah tokoh yang diduga menjadi penggerak aksi teror di Papua.

Beberapa nama yang disebut antara lain Yesias Mate, Army Kogoya, Bilip Kobak, Dinus Tigau, Manuel Yohanes Aimau, Hurbianus Murip, Alfon Sorry, hingga Jeki Murib.

TNI juga menindak kelompok bersenjata lain di wilayah Paniai, termasuk Lau Gwijangge dan Ket Gwijangge.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lucky menegaskan pasukannya mengambil tindakan tegas setelah kelompok tersebut menyerang personel TNI di Desa Pinapa.

Baca Juga :  KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Bea Cukai, Sita Emas 3 Kg dan Uang Miliaran

TNI Klaim Operasi Tetap Utamakan HAM

Lucky menegaskan seluruh operasi dilakukan sesuai aturan pelibatan yang ketat dan tetap menjunjung hukum serta hak asasi manusia.

Dia juga meminta masyarakat Papua tidak mudah terpengaruh informasi palsu terkait situasi keamanan.

“Kami ingin masyarakat beraktivitas dengan aman, anak-anak bisa sekolah, dan pembangunan Papua berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.

TNI menyebut keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama aparat keamanan, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat di Papua. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak hingga Kecelakaan Maut, Warga Desak Penertiban Truk Kontainer di Jakut
Presiden Paraguay Santiago Pena Tegaskan Aliansi Strategis dengan Taiwan
Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz
Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Puluhan WNA di Jakarta Barat
Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 10 Remaja Ditangkap Bawa Sajam
Pengadilan Batalkan Kebijakan Tarif Global Donald Trump
WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim
Ayah Tiri Aniaya Bocah 4 Tahun di Langkat, Istri Diikat hingga Pagi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:48 WIB

Jalan Rusak hingga Kecelakaan Maut, Warga Desak Penertiban Truk Kontainer di Jakut

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:55 WIB

TNI Sita Senjata Api TPNPB OPM di Papua Sepanjang 2026, Ratusan Amunisi Diamankan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:06 WIB

Presiden Paraguay Santiago Pena Tegaskan Aliansi Strategis dengan Taiwan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:01 WIB

Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:40 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Puluhan WNA di Jakarta Barat

Berita Terbaru

Oksigen bagi industri Seoul. Korea Selatan sukses mengamankan pengiriman minyak keempat melalui rute alternatif Laut Merah guna menjamin kedaulatan energi di tengah lumpuhnya jalur Selat Hormuz akibat konflik Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:01 WIB