Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melawan kebencian di era digital. Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa rasisme masih hidup dan kini menyebar cepat melalui teknologi baru, menuntut persatuan global untuk menghapusnya. Dok: Istimewa.

Melawan kebencian di era digital. Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa rasisme masih hidup dan kini menyebar cepat melalui teknologi baru, menuntut persatuan global untuk menghapusnya. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, melontarkan seruan mendesak untuk persatuan dan tindakan nyata melawan rasisme pada hari Sabtu. Guterres menegaskan bahwa “racun kuno” ini masih hidup dan berkembang di setiap komunitas, masyarakat, dan wilayah di seluruh dunia.

Dalam pesan memperingati Hari Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial, ia menyoroti rasisme sebagai pendorong utama berbagai masalah dunia saat ini. Hal ini mencakup ketimpangan ekonomi, kebijakan diskriminatif, hingga konflik terbuka yang menghancurkan tatanan sosial di tahun 2026.

Warisan Kolonialisme dan Ancaman Digital

Guterres menyatakan bahwa rasisme modern merupakan kelanjutan dari warisan kolonialisme, perbudakan, dan penindasan masa lalu. Namun, ancaman ini kini bertransformasi melalui pemanfaatan alat digital dan teknologi baru. Akibatnya, masyarakat dunia kini kebanjiran ujaran kebencian, kebohongan, dan stereotip berbahaya yang memicu kekerasan nyata.

Baca Juga :  Modernisasi di Tengah Ketegangan: Tiongkok Tingkatkan Anggaran Pertahanan 7 Persen pada 2026

“Teknologi digital menyebarkan rasisme dengan cara yang melampaui batas-batas fisik,” peringat Guterres. Ia menekankan bahwa prasangka yang tersebar di ruang siber sering kali berujung pada pelecehan dan tindakan kekerasan di dunia nyata terhadap kelompok minoritas.

Antidote: Persatuan dan Implementasi Deklarasi Durban

Menurut pimpinan tertinggi PBB tersebut, obat dari rasisme adalah persatuan dan aksi kolektif. Ia mendesak seluruh pemerintah, institusi, pelaku bisnis, dan komunitas untuk bekerja sama melindungi keadilan serta martabat manusia. “Setiap orang berhak atas hak asasi manusia yang setara,” tegas Guterres.

Secara spesifik, Guterres menuntut ratifikasi universal dan implementasi penuh dari Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. Ia juga mengingatkan dunia untuk memenuhi janji dalam Deklarasi Durban yang kini menandai peringatannya yang ke-25. Deklarasi ini mencakup langkah-langkah konkret untuk mengakhiri rasisme, xenofobia, dan intoleransi terkait lainnya.

Baca Juga :  Guncangan Global di Afrika: Menlu Afsel Peringatkan Ancaman Krisis Pangan dan Energi

Panggilan untuk Bertindak Setiap Hari

Di tengah ketegangan global yang kian meningkat, Guterres mengajak setiap individu untuk berani mengambil sikap. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk hak asasi manusia harus terjadi setiap hari, bukan hanya pada saat peringatan seremonial saja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus menghapus noda rasisme dari dunia kita sekarang juga,” ujar Guterres dalam pernyataan penutupnya. Upaya kolektif internasional menjadi sangat krusial guna memastikan generasi masa depan tidak lagi terbebani oleh diskriminasi berbasis ras dan etnis. Dunia kini menanti sejauh mana para pemimpin negara bersedia mengubah retorika perdamaian menjadi kebijakan nasional yang inklusif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko
Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung
Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera
Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz
Penggerebekan Narkoba Bengkalis: 13 Kg Sabu dan Ratusan Etomidate Disita, 2 Pengedar Dibekuk
Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras
Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi
200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:58 WIB

Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:49 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:43 WIB

Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:46 WIB

Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz

Berita Terbaru

Melawan kebencian di era digital. Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa rasisme masih hidup dan kini menyebar cepat melalui teknologi baru, menuntut persatuan global untuk menghapusnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme

Minggu, 22 Mar 2026 - 16:49 WIB

Langkah berani Tokyo. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan kesiapan Jepang untuk melakukan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz jika gencatan senjata dalam perang Iran tercapai. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz

Minggu, 22 Mar 2026 - 15:46 WIB