GAZA, POSNEWS.CO.ID – Langit Gaza City kembali menyaksikan kepulan asap tebal pada Sabtu sore.
Serangan udara militer Israel menghantam permukiman warga sipil tanpa peringatan awal. Gempuran mendadak ini merenggut nyawa sembilan warga Palestina secara mengenaskan. Tiga korban tewas di antaranya merupakan anak-anak yang masih sangat belia.
Serangan Maut di Apartemen Padat Nasr
Bom Israel meledak tepat di sebuah apartemen padat di lingkungan Nasr. Ledakan keras seketika meruntuhkan seluruh dinding beton bangunan. Petugas penyelamat bekerja cepat mengevakuasi para korban dari reruntuhan. Mereka melarikan jenazah lima korban tewas ke Rumah Sakit Shifa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohammed Abu Selmiya, mengonfirmasi identitas para korban. Korban tewas merupakan anak-anak berusia antara delapan hingga delapan belas tahun. Ledakan juga melukai enam warga sipil lainnya di dalam apartemen. Empat korban luka merupakan anak-anak yang tidak berdosa.
Pihak militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan infrastruktur milisi Hamas. Mereka berdalih mendeteksi pergerakan milisi di sekitar permukiman tersebut. Namun, militer Israel enggan memberikan detail penjelasan serangan.
Gempuran Susulan di Jalanan Zeitoun
Selang beberapa saat, jet tempur Israel meluncurkan rudal ke lingkungan Zeitoun. Gempuran ini langsung menghantam kerumunan warga yang sedang beraktivitas. Serangan udara tersebut menewaskan empat orang warga sipil.
Militer Israel kembali mengeklaim bahwa mereka mengincar seorang anggota Hamas. Mereka kini sedang menyelidiki hasil akhir dari serangan udara tersebut.
Kerapuhan Gencatan Senjata Oktober
Kehidupan warga Gaza kini semakin mencekam akibat eskalasi serangan. Padahal, kedua belah pihak menyepakati perjanjian gencatan senjata pada Oktober lalu. Namun, militer Israel tetap melancarkan serangan udara hampir setiap hari.
Kementerian Kesehatan Gaza merilis data korban pasca-kesepakatan damai tersebut. Serangan militer Israel telah merenggut nyawa sedikitnya 1.127 warga Palestina. Angka kematian tersebut mencakup sedikitnya 260 anak-anak. Sementara itu, pihak militer Israel mencatat kematian lima tentara.
Pusaran Konflik Sejak Oktober 2023
Perang berdarah ini meletus setelah milisi Hamas meluncurkan serangan mendadak. Serangan mendadak tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel. Mereka juga menyandera 251 warga sipil dan tentara Israel.
Serangan balasan militer Israel kini telah menghancurkan sebagian besar Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas menembus 73.250 orang. Lembaga PBB menilai data kematian tersebut sangat valid. Meskipun demikian, angka penderitaan manusia di Gaza terus bertambah setiap hari.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













