9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi tanpa akhir di Gaza City. Serangan udara militer Israel kembali menghantam permukiman padat warga sipil dan merenggut nyawa anak-anak. Dok: Istimewa.

Tragedi tanpa akhir di Gaza City. Serangan udara militer Israel kembali menghantam permukiman padat warga sipil dan merenggut nyawa anak-anak. Dok: Istimewa.

GAZA, POSNEWS.CO.ID – Langit Gaza City kembali menyaksikan kepulan asap tebal pada Sabtu sore.

Serangan udara militer Israel menghantam permukiman warga sipil tanpa peringatan awal. Gempuran mendadak ini merenggut nyawa sembilan warga Palestina secara mengenaskan. Tiga korban tewas di antaranya merupakan anak-anak yang masih sangat belia.

Serangan Maut di Apartemen Padat Nasr

Bom Israel meledak tepat di sebuah apartemen padat di lingkungan Nasr. Ledakan keras seketika meruntuhkan seluruh dinding beton bangunan. Petugas penyelamat bekerja cepat mengevakuasi para korban dari reruntuhan. Mereka melarikan jenazah lima korban tewas ke Rumah Sakit Shifa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohammed Abu Selmiya, mengonfirmasi identitas para korban. Korban tewas merupakan anak-anak berusia antara delapan hingga delapan belas tahun. Ledakan juga melukai enam warga sipil lainnya di dalam apartemen. Empat korban luka merupakan anak-anak yang tidak berdosa.

Baca Juga :  Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang

Pihak militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan infrastruktur milisi Hamas. Mereka berdalih mendeteksi pergerakan milisi di sekitar permukiman tersebut. Namun, militer Israel enggan memberikan detail penjelasan serangan.

Gempuran Susulan di Jalanan Zeitoun

Selang beberapa saat, jet tempur Israel meluncurkan rudal ke lingkungan Zeitoun. Gempuran ini langsung menghantam kerumunan warga yang sedang beraktivitas. Serangan udara tersebut menewaskan empat orang warga sipil.

Militer Israel kembali mengeklaim bahwa mereka mengincar seorang anggota Hamas. Mereka kini sedang menyelidiki hasil akhir dari serangan udara tersebut.

Kerapuhan Gencatan Senjata Oktober

Kehidupan warga Gaza kini semakin mencekam akibat eskalasi serangan. Padahal, kedua belah pihak menyepakati perjanjian gencatan senjata pada Oktober lalu. Namun, militer Israel tetap melancarkan serangan udara hampir setiap hari.

Baca Juga :  Presiden Paraguay Santiago Pena Tegaskan Aliansi Strategis dengan Taiwan

Kementerian Kesehatan Gaza merilis data korban pasca-kesepakatan damai tersebut. Serangan militer Israel telah merenggut nyawa sedikitnya 1.127 warga Palestina. Angka kematian tersebut mencakup sedikitnya 260 anak-anak. Sementara itu, pihak militer Israel mencatat kematian lima tentara.

Pusaran Konflik Sejak Oktober 2023

Perang berdarah ini meletus setelah milisi Hamas meluncurkan serangan mendadak. Serangan mendadak tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel. Mereka juga menyandera 251 warga sipil dan tentara Israel.

Serangan balasan militer Israel kini telah menghancurkan sebagian besar Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas menembus 73.250 orang. Lembaga PBB menilai data kematian tersebut sangat valid. Meskipun demikian, angka penderitaan manusia di Gaza terus bertambah setiap hari.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru