WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Markwayne Mullin menghadapi ujian berat dalam sidang konfirmasi sebagai Kepala Keamanan Dalam Negeri (DHS) pada Rabu. Senator asal Oklahoma ini berupaya meyakinkan Senat bahwa ia mampu membawa stabilitas pada lembaga yang mengelola kebijakan imigrasi Trump.
Dalam sidang selama tiga jam tersebut, Mullin secara eksplisit menjauhkan diri dari kebijakan Kristi Noem. Trump memecat Noem awal bulan ini setelah operasi imigrasi di Minnesota menewaskan dua warga negara AS. Mulli menegaskan akan membawa “ketenangan pikiran” dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap agensi tersebut.
Debat Personal: Mantan Pegulat vs Senator Paul
Sidang dimulai dengan ketegangan personal antara Mullin dan Ketua Komite, Rand Paul. Paul menuduh Mullin memiliki masalah temperamen yang membahayakan kepemimpinan agensi penegak hukum. Ketegangan ini berakar dari perselisihan panjang antara kedua politisi Republik tersebut selama bertahun-tahun.
Paul menyinggung komentar masa lalu Mullin yang menyebutnya sebagai “ular”. Mullin, yang merupakan mantan atlet bela diri campuran (MMA), juga pernah menyatakan “paham” mengapa seorang tetangga menyerang Paul pada 2017. Meski Paul menyatakan akan memberikan suara penolakan, Senator Demokrat John Fetterman mengaku masih memiliki pemikiran terbuka terhadap pencalonan Mullin.
Visi Baru untuk ICE dan Syarat Surat Perintah
Mullin memaparkan rencana ambisius untuk merombak operasional Immigration and Customs Enforcement (ICE). Ia ingin mengubah peran ICE agar tidak lagi menjadi unit “garis depan” yang menangkap imigran di kota-kota. Sebaliknya, Mullin berharap ICE lebih berfungsi sebagai unit transportasi untuk mendeportasi mereka yang sudah ditahan.
Terkait prosedur hukum, Mullin berjanji akan memperketat aturan penangkapan. Petugas imigrasi wajib memiliki surat perintah pengadilan sebelum memasuki rumah atau tempat bisnis. Pengecualian hanya berlaku jika petugas sedang mengejar penjahat yang sudah masuk daftar buron. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi bentrokan kekerasan dengan warga sipil seperti yang terjadi di Minnesota.
Restrukturisasi FEMA dan Penyesalan Atas Ucapan Masa Lalu
Mullin juga menyentuh masa depan Federal Emergency Management Agency (FEMA). Ia mengusulkan restrukturisasi mendalam terhadap badan penanggulangan bencana tersebut. Namun, ia menolak ide penghapusan FEMA yang sebelumnya sempat muncul dari internal administrasi Trump.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam momen yang langka, Mullin menarik kembali ucapannya mengenai korban penembakan di Minneapolis. Sebelumnya, ia menyebut salah satu warga Amerika yang tewas sebagai “individu gila”. “Saya seharusnya tidak mengatakan hal itu,” aku Mullin di hadapan komite. Pengakuan ini dipandang sebagai upaya untuk melunakkan citra agresifnya menjelang pemungutan suara komite pada Kamis besok.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















