Skandal Dokumen Epstein: Keir Starmer Desak Andrew Mountbatten-Windsor Beri Kesaksian

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berada di titik nadir. Perdana Menteri Keir Starmer berupaya meredam pemberontakan internal setelah serangkaian pengunduran diri pejabat kunci dan tantangan terbuka dari pemimpin Partai Buruh Skotlandia. Dok: Istimewa.

Berada di titik nadir. Perdana Menteri Keir Starmer berupaya meredam pemberontakan internal setelah serangkaian pengunduran diri pejabat kunci dan tantangan terbuka dari pemimpin Partai Buruh Skotlandia. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Keir Starmer memberikan pernyataan keras terkait rilis dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Di sela pertemuannya dengan PM Jepang Sanae Takaichi, Starmer menyatakan bahwa Andrew Mountbatten-Windsor harus bersaksi di hadapan Kongres Amerika Serikat.

Starmer menanggapi pertanyaan jurnalis mengenai apakah Andrew perlu meminta maaf kepada para korban. “Saya selalu mendekati pertanyaan ini dengan memikirkan para korban Epstein. Mereka harus menjadi prioritas utama,” tegas Starmer. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang memiliki informasi penting harus bersedia membagikannya kepada tim penyelidik.

Fakta Baru dalam Dokumen Epstein

Dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS mengungkap fakta-fakta yang memberatkan Andrew. Berkas tersebut menunjukkan bahwa Andrew tetap mengundang Epstein ke Istana Buckingham pada September 2010. Padahal, saat itu Epstein sudah menyandang status terpidana kasus seks anak sejak dua tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 79 Santri Dievakuasi, 1 Tewas

Selain itu, dokumen tersebut memuat foto-foto dan surat elektronik yang intim. Salah satu email bertahun 2005 menunjukkan Andrew menulis pesan kepada Ghislaine Maxwell dengan nada yang sangat akrab. Andrew sendiri telah kehilangan gelar resminya tahun lalu akibat skandal ini, meskipun ia terus membantah telah melakukan kesalahan.

Nama-Nama Besar dalam Pusaran Skandal

Rilis dokumen ini tidak hanya berdampak pada lingkaran kerajaan. Tokoh-tokoh terkemuka Inggris lainnya seperti Peter Mandelson dan Richard Branson turut terseret. Dokumen menunjukkan bahwa Epstein mengirimkan dana sebesar £10.000 kepada suami Mandelson setahun setelah masa hukuman Epstein berakhir.

Sementara itu, Richard Branson dilaporkan pernah bertemu Epstein di Pulau Necker pada tahun 2013. Branson bahkan sempat memberikan saran kepada Epstein mengenai cara memulihkan reputasinya. Meski demikian, juru bicara Virgin Group menyatakan bahwa Branson membatasi kontak tersebut dan menolak donasi amal dari Epstein setelah melakukan uji tuntas yang mengungkap perilaku buruk sang miliarder.

Baca Juga :  UNEA-7 Nairobi: Dunia Sepakati 11 Resolusi Penyelamatan Planet, Dari AI Hijau hingga Gletser

Desakan Transparansi dan Fokus pada Korban

Suhas Subramanyam, anggota komite pengawas DPR AS, juga telah meminta Andrew untuk memberikan deposisi. Subramanyam menuduh Andrew terus bersembunyi dari investigasi yang bermakna. Langkah ini didukung oleh pernyataan Starmer yang menekankan bahwa keberpihakan pada korban menuntut transparansi total dari semua pihak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, Andrew Mountbatten-Windsor belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan terbaru dari Perdana Menteri tersebut. Namun, tekanan diplomatik dan publik semakin meningkat agar ia segera memberikan keterangan di bawah sumpah guna menuntaskan rantai kejahatan yang ditinggalkan oleh mendiang Jeffrey Epstein.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang
: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan
Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas
Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas
Trump Ancam Tindakan Keras dan Intelijen Rudal Israel
IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi
Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru
Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:06 WIB

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:59 WIB

: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:46 WIB

Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:25 WIB

Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:44 WIB

IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi

Berita Terbaru

Ilustrasi, Duka mendalam di pegunungan Rocky. Penembakan di Tumbler Ridge menjadi insiden sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, memicu gelombang simpati global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Feb 2026 - 17:06 WIB

Trump nampak mengantuk saat menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan

Rabu, 11 Feb 2026 - 15:59 WIB

Era baru kebijakan Jepang. Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu Majelis Rendah, memberikan mandat penuh untuk reformasi fiskal agresif dan revisi konstitusi. Dok: Istimewa.

Blog

Mandat Mutlak Takaichi: LDP Raih Kemenangan Telak

Rabu, 11 Feb 2026 - 15:16 WIB