Skandal Investasi Syariah, Modus Proyek Fiktif PT DSI – 15 Ribu Lender Rugi Rp2,4 Triliun

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bareskrim Polri.
(Posnews/Ist)

Gedung Bareskrim Polri. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri membongkar indikasi kecurangan brutal dalam kasus gagal bayar platform investasi PT Dana Syariah Indonesia (DSI).

Perusahaan ini diduga menciptakan proyek fiktif dengan mencatut data peminjam lama demi menjaring dana masyarakat.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menegaskan PT DSI memanipulasi data borrower existing lalu menempelkannya pada proyek palsu yang seolah-olah baru.

“Data borrower yang tidak pernah dikonfirmasi kembali justru digunakan untuk proyek fiktif,” tegas Ade Safri, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  Paradoks Radikalisme: Ideologi Supremasi Kulit Putih Menjerat Remaja

Akibatnya, ribuan lender tertipu dan menanamkan modal, tergiur janji imbal hasil tinggi. Namun, saat jatuh tempo, dana tak bisa ditarik—modal raib, keuntungan cuma janji.

Menurut penyelidikan, PT DSI menahan dana pokok dan imbal hasil yang dijanjikan sebesar 16 hingga 18 persen.

Skema ini terendus saat para investor mencoba menarik uangnya, namun sistem mendadak macet.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berhenti di situ, Bareskrim juga menemukan indikasi penggelapan, laporan keuangan palsu, hingga dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Peredaran 9 Ton Daging Beku Kedaluwarsa di Tangerang Jelang Lebaran

“Korban sementara tercatat sekitar 15 ribu lender,” ungkap Ade Safri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan OJK, nilai gagal bayar PT DSI menembus Rp2,4 triliun. Angka ini masih berpotensi membengkak seiring pendalaman penyidikan.

“Kerugian sementara Rp2,4 triliun. Nilai ini bisa bertambah,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap investasi berimbal hasil tinggi yang tak masuk akal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB