Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan bersama masyarakat saat peresmian Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai di Intan Jaya, Papua Tengah. (Posnews/Ist)

Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan bersama masyarakat saat peresmian Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai di Intan Jaya, Papua Tengah. (Posnews/Ist)

INTAN JAYA, POSNEWS.CO.ID – Makna kemerdekaan hadir lebih dekat di pelosok Papua. Koops TNI Habema meresmikan Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebagai Kampung Papua Damai pada Senin (17/8/2026).

Peresmian tersebut bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Hitadipa menjadi Kampung Papua Damai pertama yang diresmikan di Bumi Cenderawasih, menurut keterangan Koops TNI Habema.

Langkah ini membawa pesan penting. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan pengibaran Merah Putih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari itu, kemerdekaan harus terasa dalam kehidupan sehari-hari melalui keamanan, pelayanan, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

Dari Wilayah Konflik Menuju Kampung Damai

Hitadipa sebelumnya dikenal sebagai wilayah yang pernah terdampak konflik bersenjata. Karena itu, deklarasi Kampung Papua Damai memiliki makna strategis bagi masyarakat setempat.

Koops TNI Habema menekankan bahwa Kampung Hitadipa Damai bukan sekadar kawasan tanpa konflik.

Perdamaian harus membuka ruang bagi masyarakat untuk hidup normal, bekerja, menjaga adat dan budaya, serta membangun masa depan dengan rasa aman.

Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan mengatakan, kehadiran TNI diarahkan untuk membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat kembali berkembang.

Baca Juga :  RUU Penyadapan DPR 2026, Fokus Penegakan Hukum - Privasi Warga Dijaga

β€œKetika masyarakat dapat berkebun dengan tenang, anak-anak dapat belajar, pelayanan kesehatan berjalan, adat tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat berkembang, di situlah makna kehadiran negara benar-benar dirasakan.”

Dengan demikian, keamanan menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Perdamaian Harus Menghidupkan Ekonomi

Selain keamanan, pembangunan ekonomi menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Dalam rangkaian peresmian, TNI juga disebut membantu menyerap hasil pertanian masyarakat Hitadipa.

Langkah tersebut diharapkan menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendorong produktivitas warga.

Jembatan Garuda juga menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat.

Infrastruktur tersebut diharapkan mendukung mobilitas warga sekaligus mempermudah akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi.

Karena itu, pembangunan Papua tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur.

Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan masyarakat memperoleh manfaat langsung dari pembangunan tersebut.

TNI: Perdamaian Dibangun Bersama Masyarakat

Stefie menegaskan, masyarakat menjadi bagian utama dalam menjaga keberlanjutan perdamaian.

β€œTNI hadir bersama masyarakat, bukan menggantikan masyarakat. Dengan sinergi antara adat, gereja, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, kita bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa perdamaian membutuhkan kolaborasi.

Tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai elemen lainnya memiliki peran masing-masing.

Sebab, perdamaian yang bertahan lama tidak lahir hanya dari pendekatan keamanan.

Masyarakat juga membutuhkan ruang untuk bekerja, belajar, beribadah, menjaga budaya, dan memperoleh pelayanan dasar.

Baca Juga :  KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026

Ada Pengobatan Gratis dan Bantuan Warga

Peresmian Kampung Papua Damai juga diisi sejumlah kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain tradisi bakar batu, pengobatan gratis, serta pemberian bantuan bahan pokok.

Kegiatan sosial tersebut memperkuat pesan bahwa pembangunan harus menyentuh kehidupan warga secara langsung.

Kepala Distrik Hitadipa Soleman Bilambani Sloiman pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak kepada masyarakat Hitadipa.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kehidupan yang lebih aman, sejahtera, dan penuh harapan.

Kemerdekaan Harus Terasa di Tanah Papua

Momentum HUT ke-81 RI memberi pesan kuat dari Hitadipa. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat.

Ketika warga dapat kembali berkebun, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan berjalan, perdagangan tumbuh, serta adat dan budaya tetap hidup, maka kemerdekaan memiliki makna nyata.

Karena itu, Kampung Hitadipa Damai menjadi simbol bahwa perdamaian harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan perdamaian bukan sekadar hilangnya konflik.

Ukurannya adalah ketika masyarakat mampu membangun kehidupannya sendiri, merasa aman di tanah kelahirannya, dan memiliki harapan terhadap masa depan.

Dari Hitadipa, pesan kemerdekaan itu sederhana: damai harus menghadirkan kehidupan, dan pembangunan harus menghadirkan harapan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur
Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas
Wanita di Gresik Diduga Bacok Kekasih hingga Tewas, Motif Cemburu Didalami
Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan
Ban Mobil Kempes di Tol Jogja-Solo, Pasutri Jakarta Tewas Ditabrak Truk
Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Sulteng, 2 Petani Kakao
Kejutan Ultah Berujung Maut, Suami Tusuk Pria di Kos Istri hingga Tewas
Tak Terima Diputus, Pria di Palembang Siram Mantan Pacar Pakai Air Keras

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wanita di Gresik Diduga Bacok Kekasih hingga Tewas, Motif Cemburu Didalami

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Ban Mobil Kempes di Tol Jogja-Solo, Pasutri Jakarta Tewas Ditabrak Truk

Berita Terbaru