Teologi Ekologis Menag Nasaruddin Ingatkan Umat, Jaga Alam atau Kita yang Binasa

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Posnews/Kemenang)

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Posnews/Kemenang)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan publik dengan seruan keras soal pentingnya kesadaran manusia menjaga alam.

Ia menegaskan bahwa kerukunan sejati bukan hanya antarumat beragama, tetapi juga antara manusia dan bumi yang mereka pijak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dialog kerukunan lintas agama di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025), Menag menyoroti bahwa semua yang tampak secara lahiriah harus dibangun dengan kesadaran batin yang kuat.

Baca Juga :  Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei, PBNU dan Muhammadiyah Kompak Serentak

Kerukunan itu tidak hanya horizontal, tetapi juga vertikal dengan semesta ciptaan Tuhan. Ini panggilan zaman: membangun kembali relasi spiritual dengan alam,” tegas Menag.

Menag Sentil Soal Teologi Ekologis

Menag kemudian menekankan pentingnya umat manusia mengembangkan ekoteologi atau teologi ekologis, yakni pemahaman bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan amanah Ilahi yang wajib dijaga.

Ia menyebut kerusakan lingkungan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap pesan suci.

Baca Juga :  451 Perusahaan Buka 1.300 Lowongan Magang Nasional, Diluncurkan 15 Oktober 2025

Melukai bumi, merusak air dan udara, mencemari hutan, itu sejatinya pengkhianatan terhadap pesan langit yang dipercayakan kepada manusia sebagai khalifah,” ujar Nasaruddin.

Dalam penutupnya, Menag menyampaikan pesan yang mencuri perhatian peserta yang hadir.

Langit tidak meminta dipuja, tetapi dijaga. Gunung tidak perlu disembah, tetapi harus dilindungi dari kerusakan. Kerukunan dengan alam adalah kerukunan tertinggi, karena ia mencerminkan batin yang tercerahkan,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua
Waspada! Super New Moon Picu Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia 8-22 Juli 2026
PTUN Batalkan SK Menteri HAM Natalius Pigai, Pemerintah Tempuh Banding
Roy Suryo Menang Praperadilan, Sebut Putusan Jadi Babak Baru Hukum Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:02 WIB

KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WIB

Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB