Jaring Pengaman Global: Harapan Kaum Liberalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Berbeda dengan Realisme, Teori Liberalisme percaya bahwa institusi global dan saling ketergantungan ekonomi adalah kunci menuju perdamaian. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Berbeda dengan Realisme, Teori Liberalisme percaya bahwa institusi global dan saling ketergantungan ekonomi adalah kunci menuju perdamaian. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Meskipun media sering menyorot perang dan konflik, ada fakta yang sering terlewat: sebagian besar negara, pada sebagian besar waktu, tidak sedang berperang. Kita melihat kerja sama sukses seperti Uni Eropa (UE), ASEAN, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang berjalan stabil selama puluhan tahun.

Fenomena ini menjadi pertanyaan sentral bagi Teori Hubungan Internasional aliran Liberalisme. Jika kaum Realis melihat dunia sebagai arena anarki yang brutal dan kompetisi zero-sum, kaum Liberalis melihatnya sebagai masyarakat yang bisa diatur. Mereka percaya bahwa kerja sama bukan hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan bagi semua pihak (positive-sum).

Konsep Inti Teori Liberalisme

Tidak seperti Realisme yang fokus pada kekuatan militer, Liberalisme berfokus pada bagaimana negara-negara bisa membangun kepercayaan dan keuntungan bersama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Interdependensi (Saling Ketergantungan): Kaum Liberalis berpendapat bahwa di era modern, ekonomi negara-negara saling terkait erat. Perang menjadi sangat mahal secara ekonomi. Menyerang mitra dagang utama Anda sama saja dengan menghancurkan rantai pasok dan ekonomi Anda sendiri. Saling ketergantungan ekonomi yang kompleks ini menciptakan insentif yang kuat untuk mencari solusi damai.
  2. Institusi Internasional (Wasit Global): Berbeda dengan Realis yang menganggap PBB tidak relevan, Liberalis melihat institusi (PBB, WTO, Bank Dunia, ASEAN) sebagai “wasit”. Institusi ini menciptakan aturan main, menyediakan forum untuk negosiasi, memantau kepatuhan, dan menghukum pelanggar. Institusi membantu negara mengatasi anarki dengan mengurangi ketidakpastian dan membangun kepercayaan.
  3. Democratic Peace Theory (Teori Perdamaian Demokrasi): Ini adalah salah satu temuan kunci Liberalisme. Secara historis, negara-negara demokrasi liberal yang matang hampir tidak pernah berperang satu sama lain. Karena mereka memiliki nilai-nilai yang sama (penghormatan hukum, HAM) dan mekanisme damai untuk suksesi kepemimpinan, mereka cenderung menyelesaikan sengketa secara diplomatis.
Baca Juga :  Polresta Bogor Lumpuhkan Dua Kelompok Copet, 6 Tersangka Dibekuk

Jaring Pengaman dalam Aksi

Contoh paling kuat dari teori ini adalah Uni Eropa. Institusi ini berhasil mendamaikan Prancis dan Jerman, dua negara yang berperang hebat selama berabad-abad. Dengan mengikat ekonomi mereka (interdependensi) di bawah satu payung institusi (hukum UE), perang di antara mereka menjadi tidak terpikirkan.

Baca Juga :  Kekuatan Meme dalam Politik

Demikian pula, WTO berfungsi sebagai wasit dagang. Ketika negara berselisih soal tarif, mereka membawanya ke panel sengketa WTO, bukan mengerahkan kapal perang. Ini adalah bukti bagaimana institusi mengelola konflik secara damai, meskipun ketegangan antar negara tetap ada.

Kesimpulan

Bagi kaum Liberalis, anarki yang digambarkan Realis memang ada, tetapi bisa diatasi. Institusi internasional, ketergantungan ekonomi, dan penyebaran demokrasi adalah jaring pengaman global yang sesungguhnya. Kerja sama bukanlah sebuah utopia naif; itu adalah strategi cerdas dan menguntungkan untuk bertahan hidup serta makmur di dunia yang kompleks.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB