Tiga Tersangka Habisi AN demi Rebut Harta, Korban Dijerat Kawat lalu Dibantai

Rabu, 5 November 2025 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Aksi pembunuhan keji di Bojonggede, Kabupaten Bogor akhirnya terbongkar. Pelaku tal lain merupakan teman korban yang dendam karena tak dikasi pinjaman.

Polisi mengungkap motif tiga pelaku yang membunuh pria berinisial AN (25). Tragisnya, korban ditemukan bersimbah darah dengan leher terjerat kawat bendrat di Kampung Panjang.

Menurut penyelidikan, para tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai hartanya.

Selain itu, salah satu pelaku sempat meminta pinjaman uang. Namun, karena korban menolak, para pelaku langsung menganiayanya hingga tewas.

“Salah satu tersangka ingin menguasai barang milik korban. Awalnya mereka meminjam uang, ditolak, lalu terjadi penganiayaan hingga korban meninggal,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama di Polsek Bojonggede, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga :  Gubernur DKI Luncurkan Try Out KJP, Siswa Kurang Mampu Siap Masuk Kampus

Tak berhenti di situ, Made menegaskan ketiga pelaku memukuli korban menggunakan benda tumpul, senjata tajam, hingga pecahan vas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luka parah di wajah dan leher membuat korban kehilangan banyak darah.

Lebih sadis lagi, salah satu pelaku lalu menjerat leher korban menggunakan kawat bendrat hingga korban tewas seketika.

Baca Juga :  Good Design Indonesia 2025 Apresiasi 51 Produk Terbaik, 8 di Antaranya Tembus G-Mark Jepang

Pelaku Konsumsi Obat Terlarang

Fakta baru terkuak! Polisi mendapati para pelaku mengonsumsi obat daftar G sebelum melancarkan aksi brutal tersebut.

“Pelaku mengonsumsi obat-obatan terlarang sebelum pengeroyokan,” tegas Made.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka terjerat Pasal 338 jo 170 KUHP serta Pasal 365 ayat 3. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Warga menemukan korban tewas pada Senin (3/11) pukul 03.00 WIB. Sebelum ditemukan, warga sempat mendengar teriakan minta tolong: “Ampun, Bang!” — namun sayang, korban tak terselamatkan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB