AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan pertahanan antara Amerika Serikat dan Jerman mencapai titik terendah baru. Pentagon secara resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam jangka waktu enam hingga 12 bulan mendatang.

Keputusan ini mengonfirmasi ancaman Presiden Donald Trump yang meluncur awal pekan ini. Langkah tersebut merupakan balasan langsung atas komentar Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Sebelumnya, Merz menyebut kepemimpinan Iran sedang “mempermalukan” Amerika Serikat dan mengkritik kurangnya strategi Washington dalam perang tersebut.

Penarikan Pasukan: Keputusan Strategis atau Balas Dendam Politik?

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa keputusan ini mengikuti tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan departemen di Eropa. Namun, banyak pihak memandang hal ini sebagai langkah impulsif Trump terhadap sekutu NATO yang tidak kooperatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah pasukan yang meninggalkan Jerman mencapai 14% dari total 36.000 anggota layanan yang Amerika tempatkan di sana. Meskipun demikian, Trump tetap bersikeras bahwa tinjauan pengurangan pasukan adalah hak prerogatifnya sebagai panglima tertinggi. “Keputusan ini mempertimbangkan persyaratan teater dan kondisi di lapangan,” tegas Parnell dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga :  Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata

Fasilitas Vital dan Peran Jerman dalam Militer AS

Jerman menjadi tuan rumah bagi berbagai fasilitas militer penting Amerika Serikat. Kawasan ini mencakup markas besar komando Eropa dan Afrika, Pangkalan Udara Ramstein, serta pusat medis di Landstuhl. Selama puluhan tahun, fasilitas ini sangat krusial dalam mendukung operasi militer AS di Timur Tengah dan Afrika. Petugas medis biasanya merawat korban perang dari Afghanistan dan Irak di pusat medis tersebut.

Selain itu, Amerika Serikat tetap menempatkan rudal nuklir mereka di wilayah Jerman. Oleh karena itu, penarikan pasukan secara mendadak memicu kekhawatiran akan gangguan kelancaran proyeksi kekuatan militer Amerika. Hal ini sangat berdampak pada kawasan Mediterania dan Timur Tengah yang saat ini sedang dalam masa gejolak perang Iran.

Kecaman dari Kongres dan Ancaman terhadap Keamanan Eropa

Berita penarikan pasukan ini segera memicu perlawanan keras dari Partai Demokrat di Kongres. Senator Jack Reed menyebut tindakan tersebut sebagai langkah sembrono yang berdasar pada suasana hati presiden, bukan kebutuhan keamanan nasional jangka panjang.

Baca Juga :  Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran

“Langkah ini menunjukkan bahwa komitmen Amerika terhadap sekutu bergantung pada mood presiden,” ujar Reed. Selain itu, para pakar keamanan dari lembaga think tank di Washington memperingatkan bahwa langkah ini hanya akan menguntungkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pakar menganggap kehadiran militer AS di Jerman selama ini sebagai instrumen pencegahan utama terhadap agresi Kremlin di Eropa Timur.

Masa Depan Hubungan Transatlantik

Presiden Trump sebelumnya pernah melontarkan ancaman serupa pada masa jabatan pertamanya. Namun, Presiden Joe Biden menghentikan proses tersebut segera setelah menjabat pada tahun 2021. Kali ini, Trump tampaknya lebih bertekad untuk mengeksekusi ancamannya guna menekan Eropa agar mengurus keamanannya sendiri.

Singkatnya, penarikan 5.000 tentara ini menjadi sinyal kuat bahwa “hubungan spesial” dalam aliansi NATO sedang berada di persimpangan jalan. Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau apakah keputusan ini akan memicu efek domino bagi penarikan pasukan AS lainnya dari wilayah perbatasan Ukraina dan Rumania di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Berita Terbaru

Inovasi gawai modular dua fungsi. HoverAir merilis konsep Versa yang menggabungkan kamera gimbal genggam dan drone terbang pintar dalam satu perangkat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:00 WIB

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB

Lini tayangan terlengkap bulan Agustus. Disney+ menyajikan konten bervariasi mulai dari Pokemon, tayangan spin-off Star Wars, hingga siaran langsung e-sports. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon

Minggu, 2 Agu 2026 - 11:00 WIB