LONGVIEW, POSNEWS.CO.ID – Sebuah tangki kimia berkapasitas besar runtuh di pabrik kertas milik perusahaan Jepang di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Peristiwa tragis pada hari Selasa ini menewaskan satu pekerja.
Tim penyelamat juga melaporkan sembilan pekerja lainnya hilang tanpa harapan hidup. Sembilan orang lainnya mengalami luka-luka akibat paparan cairan korosif tersebut.
Evakuasi Tertunda demi Keamanan Regu Penyelamat
Pemerintah setempat menghentikan sementara proses pencarian korban hilang hingga Rabu pagi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Cowlitz, Scott Goldstein, menyebut misi ini kini berfokus pada pemulihan korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas harus menstabilkan sisa struktur tangki terlebih dahulu sebelum memulai kembali pencarian. Tangki tersebut masih menampung sekitar 90.000 galon zat kimia korosif yang labil. Zat cair bernama “white liquor” ini sangat berbahaya jika kembali bocor ke area sekitar.
Sembilan korban luka kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit lokal. Beberapa korban menderita luka bakar serius dan gangguan pernapasan akut akibat menghirup uap kimia. Seorang petugas pemadam kebakaran juga turut terluka saat merespons insiden awal ini.
Dampak Zat Kimia Korosif bagi Lingkungan
Tangki raksasa tersebut menampung sekitar 9000.000 galon cairan kimia korosif sebelum runtuh. Volume ini setara dengan satu setengah kali kapasitas kolam renang ukuran Olimpiade.
Pabrik menggunakan campuran natrium hidroksida dan natrium sulfida ini untuk memproses kayu menjadi bubur kertas. Bahan kimia kuat ini berguna untuk merusak serat kayu dalam pembuatan kertas kemasan.
Setelah tangki pecah, cairan korosif tersebut mengalir deras ke dalam parit drainase sekitar pabrik. Dinas Ekologi Negara Bagian Washington langsung mengirimkan tim khusus ke lokasi kejadian. Mereka bertugas mengevaluasi dampak pencemaran lingkungan akibat tumpahan zat kimia berbahaya tersebut.
Reaksi Keras Warga dan Sejarah Pelanggaran Pabrik
Insiden maut ini memicu duka mendalam bagi warga kota kecil Longview. Puluhan warga berkumpul di taman kota untuk menggelar doa bersama pada Selasa malam.
Sejumlah perwakilan keluarga korban menyatakan kekecewaan mereka kepada manajemen perusahaan. Pihak pabrik belum memberikan penjelasan resmi maupun menghubungi keluarga korban hingga Selasa malam.
Pabrik kertas Nippon Dynawave Packaging Co merupakan anak usaha dari Nippon Paper Group asal Jepang. Catatan resmi menunjukkan pabrik ini mempekerjakan sekitar 1.000 karyawan lokal sejak tahun 1953.
Dinas Ketenagakerjaan setempat juga mencatat beberapa pelanggaran keselamatan kerja di pabrik ini sejak tahun 2021. Pelanggaran tersebut meliputi pengabaian alat pelindung diri hingga pemindahan alat bukti kecelakaan kerja secara sepihak.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












