Tangki Kimia Runtuh di Pabrik Kertas Washington

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi industri di Washington. Tangki raksasa berisi zat korosif runtuh di pabrik Nippon Dynawave, menewaskan satu pekerja dan menyebabkan sembilan lainnya hilang. Dok: (City of Longview via AP)

Tragedi industri di Washington. Tangki raksasa berisi zat korosif runtuh di pabrik Nippon Dynawave, menewaskan satu pekerja dan menyebabkan sembilan lainnya hilang. Dok: (City of Longview via AP)

LONGVIEW, POSNEWS.CO.ID – Sebuah tangki kimia berkapasitas besar runtuh di pabrik kertas milik perusahaan Jepang di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Peristiwa tragis pada hari Selasa ini menewaskan satu pekerja.

Tim penyelamat juga melaporkan sembilan pekerja lainnya hilang tanpa harapan hidup. Sembilan orang lainnya mengalami luka-luka akibat paparan cairan korosif tersebut.

Evakuasi Tertunda demi Keamanan Regu Penyelamat

Pemerintah setempat menghentikan sementara proses pencarian korban hilang hingga Rabu pagi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Cowlitz, Scott Goldstein, menyebut misi ini kini berfokus pada pemulihan korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas harus menstabilkan sisa struktur tangki terlebih dahulu sebelum memulai kembali pencarian. Tangki tersebut masih menampung sekitar 90.000 galon zat kimia korosif yang labil. Zat cair bernama “white liquor” ini sangat berbahaya jika kembali bocor ke area sekitar.

Baca Juga :  Hak Pilih PMI di Luar Negeri Dijaga, KPU dan Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama

Sembilan korban luka kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit lokal. Beberapa korban menderita luka bakar serius dan gangguan pernapasan akut akibat menghirup uap kimia. Seorang petugas pemadam kebakaran juga turut terluka saat merespons insiden awal ini.

Dampak Zat Kimia Korosif bagi Lingkungan

Tangki raksasa tersebut menampung sekitar 9000.000 galon cairan kimia korosif sebelum runtuh. Volume ini setara dengan satu setengah kali kapasitas kolam renang ukuran Olimpiade.

Pabrik menggunakan campuran natrium hidroksida dan natrium sulfida ini untuk memproses kayu menjadi bubur kertas. Bahan kimia kuat ini berguna untuk merusak serat kayu dalam pembuatan kertas kemasan.

Setelah tangki pecah, cairan korosif tersebut mengalir deras ke dalam parit drainase sekitar pabrik. Dinas Ekologi Negara Bagian Washington langsung mengirimkan tim khusus ke lokasi kejadian. Mereka bertugas mengevaluasi dampak pencemaran lingkungan akibat tumpahan zat kimia berbahaya tersebut.

Baca Juga :  Keir Starmer: Janji Perubahan di Tengah Pemberontakan Internal

Reaksi Keras Warga dan Sejarah Pelanggaran Pabrik

Insiden maut ini memicu duka mendalam bagi warga kota kecil Longview. Puluhan warga berkumpul di taman kota untuk menggelar doa bersama pada Selasa malam.

Sejumlah perwakilan keluarga korban menyatakan kekecewaan mereka kepada manajemen perusahaan. Pihak pabrik belum memberikan penjelasan resmi maupun menghubungi keluarga korban hingga Selasa malam.

Pabrik kertas Nippon Dynawave Packaging Co merupakan anak usaha dari Nippon Paper Group asal Jepang. Catatan resmi menunjukkan pabrik ini mempekerjakan sekitar 1.000 karyawan lokal sejak tahun 1953.

Dinas Ketenagakerjaan setempat juga mencatat beberapa pelanggaran keselamatan kerja di pabrik ini sejak tahun 2021. Pelanggaran tersebut meliputi pengabaian alat pelindung diri hingga pemindahan alat bukti kecelakaan kerja secara sepihak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus
Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar
Polisi Sita 30 Cartridge Etomidate, Satu Pelaku Diamankan di Sedayu Square
Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun
Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ di Kledung Pass
Angin Kencang dan Banjir Terjang Tangsel, BNPB: 40 Rumah Rusak dan 180 KK Terdampak
Dendam Cinta Ditolak, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Mobil dan Kandang Sapi
Akankah Album Arirang Bawa BTS Raih Piala Grammy?

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:10 WIB

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:40 WIB

Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

Polisi Sita 30 Cartridge Etomidate, Satu Pelaku Diamankan di Sedayu Square

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:31 WIB

Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:31 WIB

Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ di Kledung Pass

Berita Terbaru

Ilustrasi, Diversifikasi pendapatan di era AI. Meta meluncurkan paket berlangganan berbayar Facebook Plus, Instagram Plus, dan WhatsApp Plus secara global guna mendanai belanja infrastruktur AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:10 WIB

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

HUKRIM

Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:31 WIB