Travel di Boyolali Bawa 140 Wisatawan Makan di Gunungkidul, Bon Rp13 Juta Tak Dibayar

Selasa, 11 November 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Ist)

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Ist)

GUNUNGKIDUL, POSNEWS.CO.ID — Travel di Boyolali, Jawa Tengah nekad tidak membayar makanan yang disantap rombongannya di sebuah restoran.

Tentu saja, aksi konyol seorang pemilik biro travel asal Boyolali berinisial F (27) berakhir di balik jeruji besi.

Ia ditangkap polisi setelah membawa 140 wisatawan makan di sebuah restoran di Playen, Gunungkidul, namun tak membayar tagihan senilai Rp13,4 juta.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Playen, Aiptu Denny Wahyu Aji, peristiwa memalukan itu terjadi pada Minggu (2/11/2025).

Rombongan wisatawan yang dibawa F santap siang dengan tenang, tapi setelah makan, tagihan tak sepeser pun dibayar.

Baca Juga :  Orangutan Tapanuli, Banjir Sumatera Tewaskan Puluhan Kera Paling Langka Dunia

“Pelaku gagal melunasi pembayaran meski sudah kami beri waktu untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujar Denny, Selasa (11/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih parahnya lagi, hasil pengecekan menunjukkan ketua rombongan justru sudah membayar lunas uang makan sebesar Rp13,4 juta kepada F.

Ia bahkan memiliki kuitansi resmi berlogo restoran, padahal tidak pernah ada kerja sama antara restoran dan biro travel tersebut.

Polisi sempat membuka ruang mediasi sejak 2 November, namun upaya damai itu mentok tanpa hasil.

Baca Juga :  Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov

Akhirnya, F resmi ditahan pada 4 November 2025 dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Playen.

Tak berhenti di situ, polisi juga menemukan empat restoran lain menjadi korban dengan modus serupa — rombongan makan besar, namun tagihan tak pernah dibayar.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha pariwisata. Masyarakat diminta lebih selektif memilih biro perjalanan, sementara pemilik travel diingatkan agar tak bermain curang demi menjaga citra wisata Indonesia. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB