Trump di Davos: Tak Ada Jalan Mundur Soal Greenland

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nuuk membantah narasi Washington. PM Nielsen tegaskan situasi masih

Nuuk membantah narasi Washington. PM Nielsen tegaskan situasi masih "menantang" dan memilih perkuat aliansi dengan Eropa daripada tunduk pada ambisi akuisisi AS. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Bayang-bayang konflik Arktik menyelimuti pertemuan elite global di Davos, Swiss. Pada hari Selasa (21/1), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim pesan tegas: “tidak ada jalan mundur” (no going back) dari tujuannya untuk mengendalikan Greenland.

Trump, yang dijadwalkan bergabung dengan para pemimpin Eropa di Forum Ekonomi Dunia, menolak untuk mengesampingkan pengambilan paksa pulau Arktik tersebut. Ia bahkan menyerang sekutu NATO saat para pemimpin Eropa berjuang merumuskan respons terpadu.

Dalam unggahan di Truth Social pasca-pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump menulis, “Greenland sangat penting bagi Keamanan Nasional dan Dunia. Tidak ada jalan mundur – Mengenai hal itu, semua orang setuju!”

Ketika wartawan di Gedung Putih bertanya seberapa jauh ia bersedia bertindak, Trump menjawab singkat namun dingin: “Kalian akan tahu nanti.”

Sinyal Campuran: Ancaman dan Kompromi?

Namun, di tengah retorika kerasnya, Trump juga melontarkan sinyal yang lebih lunak. Dalam konferensi pers selanjutnya, ia menyatakan optimismenya akan solusi diplomatik.

Baca Juga :  Pengendara Mazda Dirampok di Tol Wiyoto Wiyono, 2 HP dan Uang Rp7 Juta Digasak

“Kami akan menyusun sesuatu di mana NATO akan sangat senang dan kami akan sangat senang,” ujarnya. Ia menambahkan keyakinannya bahwa “segala sesuatunya akan berjalan cukup baik.”

Meskipun demikian, ambisi Trump untuk merebut kedaulatan Greenland dari sesama anggota NATO, Denmark, mengancam akan mengurai aliansi yang telah menopang keamanan Barat selama beberapa dekade.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eropa Melawan Balik: “Kami Lebih Suka Rasa Hormat”

Di Davos, para pemimpin Eropa berusaha memproyeksikan kekuatan benua tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pesan tersirat namun tajam.

“Kami percaya bahwa kami membutuhkan lebih banyak pertumbuhan, kami membutuhkan lebih banyak stabilitas di dunia ini, tetapi kami lebih memilih rasa hormat daripada para penindas (bullies),” tegas Macron di panggung Davos.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen tetap tak tergoyahkan. Ia menegaskan tidak akan menyerah pada tuntutan Trump atau meninggalkan Greenland.

Baca Juga :  Krisis Loyalitas NATO: Bocoran Email Pentagon Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris

“Presiden Amerika sayangnya tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer, dan oleh karena itu kita semua juga tidak dapat mengesampingkannya,” katanya kepada wartawan, menyiratkan kesiapan pertahanan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggambarkan situasi ini sebagai “perubahan seismik”. Menurutnya, tekanan AS ini membuat Eropa perlu membangun “bentuk baru kemandirian Eropa” untuk mengurangi ketergantungan keamanan pada Washington.

Jalan Keluar: Berbagi Keamanan?

Di tengah kebuntuan, sebuah solusi alternatif muncul. Presiden Lithuania Gitanas Nauseda menyarankan jalan tengah kepada Reuters. Menurutnya, sebuah perjanjian tentang pembagian tanggung jawab (sharing responsibility) untuk keamanan Arktik dan Atlantik Utara bisa menjadi jalan keluar dari ketegangan ini tanpa harus ada aneksasi wilayah.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mencoba meredam kekhawatiran pasar. Ia menepis ketakutan akan perang dagang dan menyebut reaksi pasar sebagai “histeria” semata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB