Gunung Sakurajima Meletus, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 4.400 Meter

Minggu, 16 November 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Erupsi eksplosif di kawah Minamidake, Gunung Sakurajima, Jepang, Minggu (16/11) dini hari. Kolom abu vulkanik mencapai 4,4 km, lontarkan batu besar. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Erupsi eksplosif di kawah Minamidake, Gunung Sakurajima, Jepang, Minggu (16/11) dini hari. Kolom abu vulkanik mencapai 4,4 km, lontarkan batu besar. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Salah satu gunung api teraktif di Jepang, Sakurajima, meletus eksplosif pada Minggu (16/11/2025) dini hari. Akibatnya, gunung ini menyemburkan kolom abu dan asap pekat hingga setinggi 4.400 meter (14.436 kaki) ke atmosfer.

Hingga kini, seorang pejabat di prefektur Kagoshima mengonfirmasi tidak ada laporan cedera atau kerusakan bangunan akibat letusan ini.

Erupsi Eksplosif Dini Hari

Menurut Observatorium Meteorologi lokal, erupsi eksplosif ini terjadi sekitar pukul 12:57 waktu setempat (atau Sabtu 15:57 GMT) di kawah Minamidake.

Letusan ini menandai pertama kalinya kolom abu melampaui ketinggian 4.000 meter sejak 18 Oktober tahun lalu. Selain itu, meskipun tidak ada aliran piroklastik yang terdeteksi, namun letusan ini melontarkan batu-batu vulkanik besar hingga sejauh pos stasiun kelima gunung tersebut.

Baca Juga :  Update Bencana Sumatera 969 Tewas, 252 Hilang - Polri Percepat Distribusi Bantuan ke 3 Provinsi

Imbauan Hujan Abu dan Status Siaga

Meskipun situasi terkendali, Badan Meteorologi Jepang (JMA) tetap mengeluarkan prakiraan hujan abu. Peringatan ini berlaku untuk sebagian wilayah Kagoshima serta prefektur tetangga, Kumamoto dan Miyazaki, karena erupsi terus berlanjut setelah letusan awal.

JMA mempertahankan status Gunung Sakurajima pada Level 3 (dari skala 5). Status ini secara ketat membatasi akses publik untuk mendekati gunung.

Baca Juga :  Surakarta Berduka: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Mangkat, Ini Rute Prosesi Pemakaman ke Imogiri

Oleh karena itu, JMA meminta warga di area terdampak hujan abu agar mengambil tindakan pencegahan. Misalnya, menggunakan masker atau payung, dan memastikan mengemudi secara perlahan untuk menghindari kecelakaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, Sakurajima adalah gunung api ikonik yang terletak di Prefektur Kagoshima, Pulau Kyushu. Dahulu, gunung ini merupakan sebuah pulau terpisah. Akan tetapi, aliran lava besar dari letusan dahsyat pada tahun 1914 akhirnya menciptakan jembatan darat yang menghubungkannya dengan Semenanjung Osumi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB