Trump Semprot Wali Kota Minneapolis: Anda Bermain Api!

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Teheran secara resmi menolak berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai di Pakistan, menuduh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Teheran secara resmi menolak berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai di Pakistan, menuduh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

WASHINGTON/MINNEAPOLIS, POSNEWS.CO.ID – Gencatan senjata retorika antara Washington dan Minneapolis berumur pendek. Pada hari Rabu (28/1), Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan serangan verbal kepada Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey.

Pemicunya adalah penegasan Frey bahwa kotanya tidak akan membantu agen federal menegakkan hukum imigrasi. Trump, yang sehari sebelumnya menjanjikan de-eskalasi, langsung berang.

“Bisakah seseorang di lingkaran dalamnya menjelaskan bahwa pernyataan ini adalah pelanggaran hukum yang sangat serius, dan bahwa dia BERMAIN DENGAN API!” tulis Trump di media sosial. Ia juga mengancam akan memotong pendanaan bagi negara bagian yang menerapkan yurisdiksi suaka (sanctuary jurisdictions).

Frey membalas dengan dingin: “Tugas polisi kami adalah menjaga keamanan warga, bukan menegakkan hukum imigrasi federal.”

Taktik Baru di Bawah Tom Homan

Di lapangan, kedatangan “Tsar Perbatasan” Tom Homan menggantikan Gregory Bovino membawa perubahan pola operasi. Pengamat melaporkan pergeseran dari penyisiran acak ke operasi yang lebih tertarget.

Baca Juga :  Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir, Lima Pemuda Sukadiri Diciduk Polisi

Kini, agen ICE bergerak dalam karavan tiga kendaraan dan mengetuk pintu rumah tertentu untuk mencari target spesifik. Jika mereka tidak menemukan target, mereka pergi. Ini berbeda dengan taktik minggu lalu di mana agen menghentikan orang secara acak di jalanan.

Namun, aktivis tetap skeptis. “Mereka pasti berpindah-pindah. Mengendur selama beberapa hari agar orang lengah,” kata Patty O’Keefe, pengamat komunitas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video Maut Alex Pretti

Tekanan politik terhadap Trump makin berat setelah narasi pemerintah soal penembakan Alex Pretti (37) runtuh.

Awalnya, pejabat menuduh Pretti berencana membantai petugas dengan pistol. Stephen Miller, penasihat Gedung Putih, bahkan melabelinya sebagai “pembunuh” dan “teroris”.

Namun, video yang Reuters verifikasi mengungkap fakta sebaliknya. Video itu menunjukkan Pretti hanya memegang ponsel saat agen Patroli Perbatasan mendorongnya ke tanah. Rekaman juga memperlihatkan agen menemukan pistol Pretti di pinggangnya dan mengambilnya beberapa detik sebelum agen lain menembak punggung Pretti yang sudah petugas lumpuhkan.

Baca Juga :  Kasus Narkoba Toraja: Propam Amankan Kasat dan Kanit, Aliran Dana Rp13 Juta Diselidiki

Fakta ini memicu krisis politik. Sejumlah anggota Partai Republik di Kongres, yang biasanya loyal pada Trump, kini mulai menyerukan penyelidikan independen. Miller pun melunak, mengakui agen “mungkin tidak mengikuti protokol”.

Ilhan Omar Diserang, Ekuador Protes

Kekacauan meluas ke ranah diplomatik dan politik. Kementerian Luar Negeri Ekuador mengirim nota protes setelah agen ICE mencoba masuk ke konsulat mereka di Minneapolis.

Sementara itu, seorang pria menyerang Anggota DPR Ilhan Omar, sasaran kritik favorit Trump, saat pertemuan balai kota (town hall). Pelaku menyemprotnya dengan cairan berbau busuk menggunakan jarum suntik. Polisi segera menangkap tersangka Anthony Kazmierczak (55) atas tuduhan penyerangan tingkat tiga.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Remaja 17 Tahun Tewas Dikeroyok di Ciputat, 6 Pelaku Pelajar Ditangkap
Pengadilan Militer Gelar Sidang Kasus Air Keras KontraS, Ini Fakta Terbarunya
Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti
Polisi Bongkar Judi Online Mantracuan di Jakut, Pasutri Muda Ditangkap di Apartemen
Strategis di Asia-Pasifik: PM Sanae Takaichi Kunjungi Vietnam dan Australia
Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi, 84 Korban – Santunan Langsung Cair
Info BMKG Hari Ini: Jabodetabek Hujan Siang-Malam, Wilayah Lain Ikut Diguyur
China Kecam Jepang dan Uni Eropa Soal Isu Maritim

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:45 WIB

Remaja 17 Tahun Tewas Dikeroyok di Ciputat, 6 Pelaku Pelajar Ditangkap

Rabu, 29 April 2026 - 10:27 WIB

Pengadilan Militer Gelar Sidang Kasus Air Keras KontraS, Ini Fakta Terbarunya

Rabu, 29 April 2026 - 09:13 WIB

Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti

Rabu, 29 April 2026 - 07:42 WIB

Polisi Bongkar Judi Online Mantracuan di Jakut, Pasutri Muda Ditangkap di Apartemen

Rabu, 29 April 2026 - 07:09 WIB

Strategis di Asia-Pasifik: PM Sanae Takaichi Kunjungi Vietnam dan Australia

Berita Terbaru

Kedaulatan konten berita. Australia menyiapkan aturan tegas bagi raksasa teknologi yang menolak membayar royalti kepada penerbit berita lokal demi menjaga kelangsungan jurnalisme. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok Terkait Royalti

Rabu, 29 Apr 2026 - 09:13 WIB