Pentagon Ajukan Anggaran $1,5 Triliun di Bawah Prioritas Donald Trump

Rabu, 22 April 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobilisasi kekuatan tanpa tanding. Pentagon merilis rincian anggaran pertahanan tahun 2027 senilai $1,5 triliun, fokus pada dominasi udara melalui drone dan kecerdasan buatan, serta pembangunan armada laut

Mobilisasi kekuatan tanpa tanding. Pentagon merilis rincian anggaran pertahanan tahun 2027 senilai $1,5 triliun, fokus pada dominasi udara melalui drone dan kecerdasan buatan, serta pembangunan armada laut "Golden Fleet". Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat bersiap meluncurkan ekspansi kekuatan militer terbesar dalam hampir delapan dekade. Pentagon memaparkan rincian permintaan anggaran pertahanan senilai $1,5 triliun (sekitar Rp 23.700 triliun) guna menjamin dominasi absolut Washington di panggung global.

Dalam konteks ini, angka tersebut menandai lonjakan pengeluaran pertahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Oleh karena itu, administrasi Donald Trump berupaya merombak total kapabilitas tempur AS guna menghadapi tantangan keamanan masa depan di tahun 2027.

Kategori “Prioritas Presiden”: Golden Dome dan AI

Inovasi utama dalam anggaran tahun ini adalah terciptanya kategori khusus yang pemerintah sebut sebagai “Prioritas Presiden”. Secara khusus, kategori ini menjadi pusat pendanaan bagi proyek-proyek teknologi mutakhir.

Prioritas tersebut meliputi:

  1. Golden Dome: Sistem pertahanan rudal berlapis untuk melindungi daratan Amerika.
  2. Drone Dominance: Penguasaan penuh ruang udara melalui wahana tanpa awak.
  3. Infrastruktur AI: Integrasi kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan tempur.
  4. Basis Industri: Penguatan rantai pasok manufaktur senjata domestik.

Langkah ini bertujuan murni untuk memastikan Amerika Serikat tetap unggul dalam perlombaan teknologi militer global. Bahkan, Pentagon mengalokasikan $102 miliar khusus untuk riset, pengembangan, dan pengadaan pesawat tempur generasi terbaru.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Ungkap Perekrut Korban Eksploitasi Remaja Telah Meninggal Dunia

Kebangkitan Armada Laut: Proyek “Golden Fleet”

Di sektor maritim, Pentagon mengajukan dana lebih dari $65 miliar untuk memperkuat Angkatan Laut AS. Inisiatif yang mereka namakan Golden Fleet ini bertujuan untuk memesan 18 kapal perang dan 16 kapal pendukung dari pabrikan raksasa seperti General Dynamics.

Dalam hal ini, pengadaan tersebut merupakan permintaan pembuatan kapal terbesar sejak tahun 1962. Sebagai hasilnya, Washington bertekad menjaga supremasi laut internasional di tengah meningkatnya tensi di Pasifik dan Timur Tengah. Militer juga mempercepat pengadaan jet F-35 menjadi 85 unit per tahun guna mendukung operasional armada baru tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investasi Drone Terbesar dalam Sejarah

Sektor peperangan otonom mendapatkan suntikan dana yang sangat fantastis. Pejabat senior militer mendeskripsikan anggaran ini sebagai investasi drone dan teknologi anti-drone terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Terlebih lagi, anggaran untuk Defense Autonomous Warfare Group (DAWG) membengkak dari $225 juta menjadi sekitar $54 miliar. Akibatnya, kelompok ini sekarang memiliki wewenang penuh untuk menerapkan teknologi drone yang ada saat ini secara massal di medan tempur. Pemerintah meyakini bahwa penggunaan platform otonom akan meminimalkan risiko korban jiwa di pihak prajurit manusia dalam konflik masa depan.

Baca Juga :  Iran Serang Tanker Minyak Prima Menggunakan Drone di Selat Hormuz

Peningkatan Kesejahteraan dan Ekspansi Personel

Selain teknologi, pemerintah memberikan perhatian khusus pada kualitas hidup para prajurit. Permintaan ini mencakup kenaikan gaji sebesar 7 persen bagi prajurit tamtama muda, 6 persen bagi perwira menengah, dan 5 persen untuk pangkat tertinggi.

Selanjutnya, militer mengusulkan penambahan 44.000 anggota layanan baru untuk tahun fiskal 2027. Secara simultan, langkah ini mengikuti penambahan 20.000 personel pada tahun sebelumnya. Strategi kontrak pengadaan tahunan ganda juga pemerintah terapkan guna memberikan kepastian bagi perusahaan pertahanan kecil dan menengah dalam memperluas produksi amunisi mereka.

Menanti Dana Tambahan Perang Iran

Meskipun mencapai angka triliunan, anggaran ini secara eksplisit tidak menyertakan pendanaan untuk konflik Iran yang masih berjalan. Pada akhirnya, Pentagon akan mengajukan anggaran tambahan (supplemental budget) untuk menangani biaya operasional jangka pendek dan pengisian kembali stok senjata yang terpakai di Timur Tengah.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau seberapa cepat Kongres akan menyetujui permintaan masif ini. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, kedaulatan militer Amerika Serikat sedang bertransformasi menjadi kekuatan yang sepenuhnya berbasis teknologi cerdas dan armada laut yang tak tertandingi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang
Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor
Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta
Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai
Bareskrim Bongkar Jaringan Sabu Makassar, 5 Kg Disita, Pasutri Jadi Kurir dan Pengedar
Sikat Sabu Setengah Ton, Tim Narkoba Polda Metro Jaya Diguyur Pin Emas Kapolri
Menakar 15 Tahun Kepemimpinan Tim Cook di Puncak Apple

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 16:27 WIB

Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan

Rabu, 22 April 2026 - 15:52 WIB

Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Rabu, 22 April 2026 - 15:34 WIB

Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 15:22 WIB

Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Rabu, 22 April 2026 - 14:19 WIB

Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai

Berita Terbaru

Pengepungan ekonomi terhadap oposisi. Pemerintah Hong Kong mengajukan penyitaan aset senilai lebih dari 127 juta dolar Hong Kong milik Jimmy Lai, menargetkan 15 rekening bank dan saham korporasi pasca-vonis penjara 20 tahun. Dok: AP Photo/Louise Delmotte

INTERNASIONAL

Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai

Rabu, 22 Apr 2026 - 14:19 WIB