Pentagon Ajukan Anggaran $1,5 Triliun di Bawah Prioritas Donald Trump

Rabu, 22 April 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat bersiap meluncurkan ekspansi kekuatan militer terbesar dalam hampir delapan dekade. Pentagon memaparkan rincian permintaan anggaran pertahanan senilai $1,5 triliun (sekitar Rp 23.700 triliun) guna menjamin dominasi absolut Washington di panggung global.

Dalam konteks ini, angka tersebut menandai lonjakan pengeluaran pertahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak berakhirnya Perang Dunia II. Oleh karena itu, administrasi Donald Trump berupaya merombak total kapabilitas tempur AS guna menghadapi tantangan keamanan masa depan di tahun 2027.

Kategori “Prioritas Presiden”: Golden Dome dan AI

Inovasi utama dalam anggaran tahun ini adalah terciptanya kategori khusus yang pemerintah sebut sebagai “Prioritas Presiden”. Secara khusus, kategori ini menjadi pusat pendanaan bagi proyek-proyek teknologi mutakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prioritas tersebut meliputi:

  1. Golden Dome: Sistem pertahanan rudal berlapis untuk melindungi daratan Amerika.
  2. Drone Dominance: Penguasaan penuh ruang udara melalui wahana tanpa awak.
  3. Infrastruktur AI: Integrasi kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan tempur.
  4. Basis Industri: Penguatan rantai pasok manufaktur senjata domestik.
Baca Juga :  Trump Rebut Kendali Venezuela Lewat Operasi Militer Kilat

Langkah ini bertujuan murni untuk memastikan Amerika Serikat tetap unggul dalam perlombaan teknologi militer global. Bahkan, Pentagon mengalokasikan $102 miliar khusus untuk riset, pengembangan, dan pengadaan pesawat tempur generasi terbaru.

Kebangkitan Armada Laut: Proyek “Golden Fleet”

Di sektor maritim, Pentagon mengajukan dana lebih dari $65 miliar untuk memperkuat Angkatan Laut AS. Inisiatif yang mereka namakan Golden Fleet ini bertujuan untuk memesan 18 kapal perang dan 16 kapal pendukung dari pabrikan raksasa seperti General Dynamics.

Dalam hal ini, pengadaan tersebut merupakan permintaan pembuatan kapal terbesar sejak tahun 1962. Sebagai hasilnya, Washington bertekad menjaga supremasi laut internasional di tengah meningkatnya tensi di Pasifik dan Timur Tengah. Militer juga mempercepat pengadaan jet F-35 menjadi 85 unit per tahun guna mendukung operasional armada baru tersebut.

Investasi Drone Terbesar dalam Sejarah

Sektor peperangan otonom mendapatkan suntikan dana yang sangat fantastis. Pejabat senior militer mendeskripsikan anggaran ini sebagai investasi drone dan teknologi anti-drone terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Terlebih lagi, anggaran untuk Defense Autonomous Warfare Group (DAWG) membengkak dari $225 juta menjadi sekitar $54 miliar. Akibatnya, kelompok ini sekarang memiliki wewenang penuh untuk menerapkan teknologi drone yang ada saat ini secara massal di medan tempur. Pemerintah meyakini bahwa penggunaan platform otonom akan meminimalkan risiko korban jiwa di pihak prajurit manusia dalam konflik masa depan.

Baca Juga :  Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Peningkatan Kesejahteraan dan Ekspansi Personel

Selain teknologi, pemerintah memberikan perhatian khusus pada kualitas hidup para prajurit. Permintaan ini mencakup kenaikan gaji sebesar 7 persen bagi prajurit tamtama muda, 6 persen bagi perwira menengah, dan 5 persen untuk pangkat tertinggi.

Selanjutnya, militer mengusulkan penambahan 44.000 anggota layanan baru untuk tahun fiskal 2027. Secara simultan, langkah ini mengikuti penambahan 20.000 personel pada tahun sebelumnya. Strategi kontrak pengadaan tahunan ganda juga pemerintah terapkan guna memberikan kepastian bagi perusahaan pertahanan kecil dan menengah dalam memperluas produksi amunisi mereka.

Menanti Dana Tambahan Perang Iran

Meskipun mencapai angka triliunan, anggaran ini secara eksplisit tidak menyertakan pendanaan untuk konflik Iran yang masih berjalan. Pada akhirnya, Pentagon akan mengajukan anggaran tambahan (supplemental budget) untuk menangani biaya operasional jangka pendek dan pengisian kembali stok senjata yang terpakai di Timur Tengah.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau seberapa cepat Kongres akan menyetujui permintaan masif ini. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, kedaulatan militer Amerika Serikat sedang bertransformasi menjadi kekuatan yang sepenuhnya berbasis teknologi cerdas dan armada laut yang tak tertandingi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB