Seruan Maritim Trump: Koalisi Internasional untuk Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump menyerukan pembentukan koalisi kapal perang internasional pada hari Sabtu. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas Selat Hormuz di tengah kampanye pembalasan pasukan Iran. Trump mendesak negara-negara pengguna jalur tersebut untuk ikut bertanggung jawab atas keamanan pelayaran.

Dalam konteks ini, Selat Hormuz menjadi jalur krusial bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global. Akibatnya, kemampuan Teheran untuk menghentikan pelayaran di wilayah tersebut memberikan pengaruh besar terhadap ekonomi Amerika Serikat dan sekutunya.

Trump: “Negara Penerima Minyak Harus Menjaga Jalur Itu”

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus turun tangan. “Kami akan membantu banyak!” tulis Trump. Selain itu, ia berjanji bahwa Amerika Serikat akan mengoordinasikan pengamanan agar arus logistik tetap berjalan lancar.

Lebih lanjut, Trump memprediksi banyak negara akan segera mengirimkan kapal perang mereka. Ia menyebut secara spesifik China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai mitra potensial. Oleh karena itu, Trump berharap kerja sama ini dapat menciptakan rasa aman bagi kapal-kapal tangker yang melintas.

Ancaman Gempuran Garis Pantai Iran

Sembari menunggu respon internasional, Trump tetap menggunakan retorika militer yang agresif. “Amerika Serikat akan membombardir garis pantai tersebut,” tulisnya. Bahkan, ia memerintahkan pasukan AS untuk terus menembak jatuh setiap kapal dan perahu Iran yang mengancam pelayaran komersial.

Oleh sebab itu, Washington berupaya menekan harga minyak dunia yang melonjak akibat perang AS-Israel melawan Iran. Secara simultan, pemerintah AS sedang mencari cara efektif untuk menstabilkan pasar energi domestik. Trump menyatakan kesediaannya untuk memberikan pengawalan langsung bagi kapal-kapal komersial yang melintasi zona berbahaya tersebut.

Baca Juga :  Rusia Larang Warganya Kunjungi Negara dengan Perjanjian Ekstradisi AS

Respon Inggris dan Prancis: Mobilisasi Gugus Tempur

Pihak Inggris dan Prancis mulai menunjukkan langkah konkret untuk mendukung keamanan kawasan. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyatakan bahwa pemerintahnya sedang menjajaki opsi pengerahan tambahan ke Teluk. Inggris terus berbicara dengan sekutunya untuk memastikan keamanan pelayaran pasca-serangan terhadap pangkalan militer di Siprus pada 2 Maret lalu.

Selanjutnya, Angkatan Laut Prancis mengerahkan sekitar dua belas kapal perang, termasuk gugus tempur kapal induk. Armada ini bergerak menuju Mediterania, Laut Merah, dan berpotensi masuk ke Selat Hormuz. Prancis telah berkonsultasi dengan negara-negara Eropa, Asia, dan Teluk untuk menyusun rencana pengawalan tangker. Pada akhirnya, keberhasilan koalisi ini akan sangat menentukan stabilitas ekonomi dunia di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru