Seruan Maritim Trump: Koalisi Internasional untuk Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump menyerukan pembentukan koalisi kapal perang internasional pada hari Sabtu. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas Selat Hormuz di tengah kampanye pembalasan pasukan Iran. Trump mendesak negara-negara pengguna jalur tersebut untuk ikut bertanggung jawab atas keamanan pelayaran.

Dalam konteks ini, Selat Hormuz menjadi jalur krusial bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global. Akibatnya, kemampuan Teheran untuk menghentikan pelayaran di wilayah tersebut memberikan pengaruh besar terhadap ekonomi Amerika Serikat dan sekutunya.

Trump: “Negara Penerima Minyak Harus Menjaga Jalur Itu”

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus turun tangan. “Kami akan membantu banyak!” tulis Trump. Selain itu, ia berjanji bahwa Amerika Serikat akan mengoordinasikan pengamanan agar arus logistik tetap berjalan lancar.

Baca Juga :  Meksiko Protes Kematian Ke-14 Warganya dalam Tahanan ICE AS

Lebih lanjut, Trump memprediksi banyak negara akan segera mengirimkan kapal perang mereka. Ia menyebut secara spesifik China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai mitra potensial. Oleh karena itu, Trump berharap kerja sama ini dapat menciptakan rasa aman bagi kapal-kapal tangker yang melintas.

Ancaman Gempuran Garis Pantai Iran

Sembari menunggu respon internasional, Trump tetap menggunakan retorika militer yang agresif. “Amerika Serikat akan membombardir garis pantai tersebut,” tulisnya. Bahkan, ia memerintahkan pasukan AS untuk terus menembak jatuh setiap kapal dan perahu Iran yang mengancam pelayaran komersial.

Oleh sebab itu, Washington berupaya menekan harga minyak dunia yang melonjak akibat perang AS-Israel melawan Iran. Secara simultan, pemerintah AS sedang mencari cara efektif untuk menstabilkan pasar energi domestik. Trump menyatakan kesediaannya untuk memberikan pengawalan langsung bagi kapal-kapal komersial yang melintasi zona berbahaya tersebut.

Baca Juga :  Trik Psikologi di Balik Rp 9.990 yang Membuat Anda Terus Belanja

Respon Inggris dan Prancis: Mobilisasi Gugus Tempur

Pihak Inggris dan Prancis mulai menunjukkan langkah konkret untuk mendukung keamanan kawasan. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyatakan bahwa pemerintahnya sedang menjajaki opsi pengerahan tambahan ke Teluk. Inggris terus berbicara dengan sekutunya untuk memastikan keamanan pelayaran pasca-serangan terhadap pangkalan militer di Siprus pada 2 Maret lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Angkatan Laut Prancis mengerahkan sekitar dua belas kapal perang, termasuk gugus tempur kapal induk. Armada ini bergerak menuju Mediterania, Laut Merah, dan berpotensi masuk ke Selat Hormuz. Prancis telah berkonsultasi dengan negara-negara Eropa, Asia, dan Teluk untuk menyusun rencana pengawalan tangker. Pada akhirnya, keberhasilan koalisi ini akan sangat menentukan stabilitas ekonomi dunia di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja
Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar
May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung
Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem
WNI Ditangkap di Mekkah! Sindikat Penipuan Haji Ilegal Terbongkar, Pakai Atribut Petugas
Kepingan Logam di Gunung Takachiho yang Menyatukan Keluarga Korban PD II

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:19 WIB

May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kamis, 30 April 2026 - 15:24 WIB

Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung

Berita Terbaru

Sinyal perdamaian dari Ruang Oval. Presiden Donald Trump mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina saat memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sembari menolak tawaran bantuan nuklir Iran dari Vladimir Putin sebelum perang di Eropa berakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:35 WIB

Konfrontasi di Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari anggota Partai Demokrat terkait biaya perang yang membengkak dan pembersihan kepemimpinan di Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:29 WIB