Trump Tegur Halus PM Jepang: Jangan Provokasi China Soal Taiwan

Kamis, 27 November 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Luka sejarah yang terbuka kembali. Presiden Donald Trump memicu kemarahan publik Jepang setelah menggunakan narasi serangan Pearl Harbor 1941 untuk membela keputusannya menyerang Iran tanpa pemberitahuan kepada sekutu. Dok: Reuters.

Luka sejarah yang terbuka kembali. Presiden Donald Trump memicu kemarahan publik Jepang setelah menggunakan narasi serangan Pearl Harbor 1941 untuk membela keputusannya menyerang Iran tanpa pemberitahuan kepada sekutu. Dok: Reuters.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Telepon di kantor Perdana Menteri Jepang kembali berdering dari Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Selasa (26/11/2025).

Kali ini, nadanya sedikit berbeda dari sekadar sapaan persahabatan. Menurut sumber pemerintahan Jepang, Trump memberikan nasihat khusus kepada sekutu dekatnya itu. Ia menyarankan Takaichi agar tidak memprovokasi Beijing terkait isu sensitif kedaulatan Taiwan.

Pembicaraan ini terjadi hanya sehari setelah Trump berdiskusi dengan Presiden China, Xi Jinping. Dalam panggilan tersebut, Xi menegaskan bahwa “kembalinya” Taiwan ke China adalah bagian vital dari visi tatanan dunia Beijing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Redam Tensi Demi Gencatan Senjata Dagang

Langkah Trump ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia sedang berusaha keras menjaga gencatan senjata perang dagang yang rapuh dengan China.

Baca Juga :  Nataru 2026 Diprediksi Padat, Korlantas Polri Siagakan One Way hingga Contraflow

Trump tidak ingin komentar keras dari Tokyo merusak momentum negosiasi dagang Washington-Beijing. Oleh karena itu, ia menyampaikan keinginannya agar Takaichi menghindari tindakan yang bisa membuat Beijing semakin murka.

Meskipun demikian, Trump tidak mengajukan tuntutan spesifik. Ia juga tidak menekan Takaichi untuk menarik kembali ucapan kontroversialnya. Sebaliknya, nasihat tersebut ia sampaikan secara halus dan subtil.

“Presiden Trump ingin PM Takaichi menurunkan volume dalam perselisihan ini,” ujar seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Buntut Komentar “Intervensi Militer”

Nasihat ini muncul sebagai respons atas gejolak diplomatik awal bulan ini. Sebelumnya, Takaichi melontarkan pernyataan yang mengguncang kawasan Asia Timur.

Ia menyebut bahwa serangan hipotesis China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer Jepang. Seketika, pernyataan itu memicu kemarahan besar di Beijing. China menganggap hal tersebut sebagai campur tangan asing yang tidak dapat mereka toleransi.

Baca Juga :  Friend-shoring: Ketika Teman Politik Lebih Penting daripada Efisiensi Ekonomi

Akibatnya, hubungan diplomatik kedua negara tetangga itu memanas drastis. Beijing bahkan sempat menangguhkan perjalanan wisata ke Jepang sebagai bentuk protes.

Posisi AS Tetap Solid

Di sisi lain, Gedung Putih berusaha menyeimbangkan posisi. Mereka memastikan bahwa nasihat Trump tidak berarti AS meninggalkan sekutunya.

“Hubungan Amerika Serikat dengan China sangat baik, dan itu juga sangat baik bagi Jepang, sekutu dekat kami,” tulis pernyataan resmi Gedung Putih.

Jepang sendiri tetap pada pendiriannya. Kantor Perdana Menteri menolak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya merujuk pada rilis resmi sebelumnya. Intinya, kedua pemimpin sepakat membahas hubungan AS-China demi stabilitas kawasan.

Pada akhirnya, manuver Trump ini menunjukkan pragmatisme khasnya. Ia ingin menjaga aliansi keamanan dengan Jepang tetap kuat, sambil memastikan kepentingan ekonomi AS dengan China tidak terganggu oleh retorika politik yang terlalu tajam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC
Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi
AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa
AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina
Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang
Iran dan Oman Sepakati Kontrol Selat Hormuz dalam Draf
Pemerintah Jepang Pangkas Pajak Konsumsi Makanan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Berita Terbaru

Pemerintah Prancis memberlakukan undang-undang baru yang melarang perusahaan melakukan panggilan telemarketing tanpa persetujuan awal konsumen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:17 WIB

Senat AS mengonfirmasi Dr Erica Schwartz sebagai Direktur CDC di tengah krisis internal lembaga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:02 WIB

Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan di tengah berlangsungnya negosiasi diplomatik di Roma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 10:00 WIB

Departemen Luar Negeri AS memperketat pemeriksaan media sosial jurnalis asing demi memverifikasi kelayakan visa dan menjaga keamanan nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:00 WIB

Amerika Serikat melanjutkan perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan udara dari serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:00 WIB