Uni Eropa Pasang Badan: Siap Kirim Pasukan ke Greenland

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di depan eksekutif minyak, Trump tegaskan ambisinya mencaplok Greenland. Denmark peringatkan kiamat NATO jika AS menyerang sekutu sendiri. Dok: Istimewa.

Di depan eksekutif minyak, Trump tegaskan ambisinya mencaplok Greenland. Denmark peringatkan kiamat NATO jika AS menyerang sekutu sendiri. Dok: Istimewa.

SALEN, POSNEWS.CO.ID – Sinyal perlawanan dari Eropa kian menguat. Pada hari Senin, Komisioner Pertahanan dan Ruang Angkasa Uni Eropa, Andrius Kubilius, melontarkan pernyataan yang mengubah kalkulasi geopolitik di Arktik. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa bisa membantu menyediakan keamanan bagi Greenland jika Denmark memintanya.

Berbicara di sela-sela konferensi keamanan di Salen, Swedia, Kubilius tidak menahan diri. Ia memperingatkan bahwa setiap pengambilalihan militer AS atas wilayah Arktik tersebut akan menyebabkan “akhir dari NATO”.

“Pengambilalihan paksa akan memberikan pukulan fatal bagi NATO dan merusak hubungan transatlantik secara parah,” ujar Kubilius, mengamini pandangan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun ia tidak percaya invasi AS akan segera terjadi, Kubilius mengingatkan tentang Pasal 42.7 Traktat Uni Eropa. Pasal ini mewajibkan negara anggota untuk memberikan bantuan timbal balik jika salah satu anggotanya menjadi korban agresi bersenjata.

Baca Juga :  Michelle Park Steel Dinominasikan Sebagai Duta Besar AS

“Blok ini bisa meningkatkan dukungan untuk Greenland atas permintaan Denmark, termasuk dengan mengerahkan pasukan dan memperluas infrastruktur militer,” tambahnya. Opsi tersebut mencakup kehadiran angkatan laut dan kemampuan kontra-drone.

Solidaritas Skandinavia dan Eropa

Dukungan juga datang dari tuan rumah. Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengkritik keras “retorika mengancam” Presiden Trump terhadap Denmark dan Greenland. Menurutnya, langkah semacam itu merusak hukum internasional dan meningkatkan risiko bagi negara-negara kecil.

“Washington seharusnya menunjukkan rasa terima kasih kepada Denmark, sekutu lama mereka,” tegas Kristersson, seraya menjanjikan dukungan Swedia bagi tetangganya tersebut.

Para pemimpin Eropa dari Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris sebelumnya telah merilis pernyataan bersama. Mereka menekankan bahwa keputusan mengenai Greenland sepenuhnya ada di tangan Kopenhagen dan Nuuk.

Mengapa Trump Terobsesi dengan Greenland?

Di balik ketegangan diplomatik, ada motif strategis yang kuat. Sejak menjabat pada Januari 2025, Presiden Trump berulang kali menyatakan minatnya untuk menguasai Greenland, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan “paksaan militer atau ekonomi”.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Barat Latih Pengurus Masjid Jadi Ahli Pemulasaran Jenazah

Mantra real estate “lokasi, lokasi, lokasi” menjadi penjelas utama. Greenland, pulau terbesar di dunia yang bukan benua, terletak strategis di timur laut Amerika Utara. Penguasaan atas wilayah ini akan memungkinkan AS mengendalikan rute akses dari Atlantik Utara dan Arktik menuju Amerika Utara.

Selain itu, perubahan iklim membuat rute pelayaran utara semakin layak dilalui, menawarkan alternatif yang lebih pendek dibanding Terusan Suez atau Panama.

Faktor ekonomi juga tak kalah penting. Pulau ini kaya akan mineral langka yang vital bagi transisi energi, seperti grafit, tembaga, dan nikel. Komisi Eropa mencatat bahwa 25 dari 34 bahan baku strategis penting bagi UE dapat ditemukan di Greenland. Survei Geologi AS bahkan memperkirakan perairan sekitarnya menyimpan cadangan minyak dan gas yang substansial.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB