Update Banjir dan Longsor Sumatera, 1.006 Tewas, 217 Hilang dan 5.400 luka-luka

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jumlah korban akibat bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam wilayah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tembus 1.006 orang meninggal dunia, 217 orang hilang, dan sekitar 5.400 orang lainnya luka-luka per Minggu (14/12/2025) pukul 08.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Aceh mencatat korban tewas terbanyak, 415 jiwa, dengan 34 orang hilang dan sekitar 4.300 warga luka.
  • Sumatera Utara menyusul dengan 349 korban tewas, 91 orang hilang, dan 699 warga luka.
  • Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 242 korban tewas, 92 orang hilang, dan 382 warga luka.

Dari sebaran wilayah, Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban tewas tertinggi, 184 jiwa. Berikutnya Aceh Utara (159 jiwa) dan Tapanuli Tengah (116 jiwa).

Baca Juga :  Temukan 62 Kasus Super Flu, Data Laboratorium Disorot - Kemenkes Minta Waspada

Tak hanya korban jiwa, kerusakan infrastruktur masif ikut tercatat. BNPB mendata 1.200 fasilitas umum rusak, 219 fasilitas kesehatan terdampak, dan 581 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Selain itu, 434 rumah ibadah, 290 gedung/perkantoran, serta 145 jembatan rusak akibat banjir dan longsor.

Hunian Korban Bencana Disiapkan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menyiapkan alokasi perumahan bagi korban bencana Sumatera. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menekankan pentingnya pendataan ketat agar bantuan tepat sasaran.

β€œRekonstruksi harus diawali pendataan detail, termasuk siapa yang berhak menerima hunian permanen,” ujar Huda, Sabtu (13/12/2025).

Baca Juga :  Gubernur DKI Anung Tegaskan: Beras Oplosan Ditindak, Stok Jakarta Tetap Aman

Ia menegaskan, penerima hunian harus memenuhi kualifikasi jelas, seperti rumah rusak total atau tinggal di zona rawan longsor. Menurutnya, kriteria harus disampaikan sejak awal agar tidak memicu konflik.

Huda juga mendorong rehabilitasi kawasan seiring pembangunan hunian dan fasilitas dasar. Ia menegaskan penertiban tata ruang, perlindungan hutan lindung, serta penindakan tegas ilegal logging guna mencegah bencana hidrometeorologi berulang.

Sebelumnya, Prabowo meninjau sejumlah daerah terdampakβ€”mulai Langkat, Takengon, Bener Meriah, hingga Aceh Tamiangβ€”usai lawatan luar negeri.

Ia memastikan pemerintah menyiapkan perumahan bagi korban. β€œKita sudah merencanakan alokasi perumahan dan langkah pemulihan,” kata Prabowo. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB