Venezuela Murka Trump Tutup Paksa Wilayah Udara Secara Sepihak

Minggu, 30 November 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tensi memuncak! Trump nyatakan langit Venezuela tertutup total. Caracas sebut ini

Tensi memuncak! Trump nyatakan langit Venezuela tertutup total. Caracas sebut ini "ancaman kolonialis" dan agresi ilegal. Simak dampak blokade udara ini bagi warga sipil. Dok: Reuters.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela mencapai titik didih baru pada Sabtu (29/11/2025). Pemerintah Nicolas Maduro bereaksi keras atas pernyataan provokatif Presiden AS, Donald Trump.

Sebelumnya, Trump membuat pengumuman mengejutkan melalui platform Truth Social. Ia menyatakan bahwa wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela kini “tertutup secara keseluruhan”.

“Kepada semua Maskapai, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pedagang Manusia, harap pertimbangkan RUANG UDARA DI ATAS DAN SEKITAR VENEZUELA TERTUTUP SECARA KESELURUHAN,” tulis Trump dengan huruf kapital.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seketika, pernyataan ini memicu kemarahan Caracas. Kementerian Luar Negeri Venezuela merilis pernyataan resmi yang menyebut langkah Washington sebagai “ancaman kolonialis”.

Pelanggaran Kedaulatan dan Piagam PBB

Venezuela menolak mentah-mentah upaya AS menerapkan yurisdiksi ekstrateritorial. Menurut Caracas, tindakan ini merupakan agresi ilegal dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela.

“Langkah AS sama dengan ancaman penggunaan kekuatan secara eksplisit. Hal ini jelas dilarang berdasarkan Piagam PBB,” tegas pernyataan kementerian tersebut.

Baca Juga :  Umrah Tanpa Izin Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Dicopot Mendagri 3 Bulan

Lebih lanjut, mereka mengutip Konvensi Chicago 1944. Konvensi itu menjamin bahwa setiap negara memegang kedaulatan eksklusif atas wilayah udaranya sendiri. Oleh karena itu, Venezuela menegaskan tidak akan menerima perintah atau campur tangan dari kekuatan asing mana pun.

Konteks Militer: Kapal Induk dan Isu Narkoba

Eskalasi ini terjadi di tengah penumpukan kekuatan militer AS di kawasan Karibia. Baru-baru ini, AS mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford dan menetapkan “Cartel de los Soles”—yang diduga terkait dengan Maduro—sebagai organisasi teroris.

Washington berdalih langkah ini bertujuan memerangi perdagangan narkoba. Namun, para pengamat melihat motif lain. Tampaknya, AS sedang meletakkan dasar untuk upaya penggulingan kekuasaan Maduro secara paksa.

Mantan Duta Besar AS untuk Venezuela, Charles Shapiro, mengamini hal tersebut. “Jelas, pemerintah Amerika Serikat menginginkan Maduro lengser,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Dampak Penerbangan dan Kebijakan “Bumi Hangus”

Pernyataan Trump berdampak langsung pada industri penerbangan. Faktanya, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) telah lebih dulu mengeluarkan peringatan bahaya pekan lalu.

Baca Juga :  KKB Bakar Sekolah di Pegunungan Bintang, Anak-anak Papua Trauma

Akibatnya, enam maskapai besar yang melayani rute Amerika Selatan langsung menangguhkan penerbangan ke Venezuela. Caracas pun membalas dengan mencabut hak operasi perusahaan-perusahaan tersebut.

Sayangnya, rakyat sipil menjadi korban utama dari perseteruan elit ini. Analis memperingatkan bahaya kebijakan “bumi hangus” (scorched earth policy).

Isolasi udara akan memutus akses obat-obatan dan pasokan vital. Selain itu, warga sipil tidak bisa bepergian bahkan untuk alasan darurat.

“Rakyat Venezuela bukan bidak catur,” kritik Francisco Rodriguez, peneliti senior di Center for Economic and Policy Research. Kini, dunia menanti apakah retorika panas di media sosial ini akan berubah menjadi konfrontasi fisik yang nyata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan
Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:30 WIB

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Berita Terbaru

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB