OUAGADOUGOU, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin junta militer Burkina Faso Ibrahim Traore mengambil langkah tegas guna memadamkan isu perpecahan internal.
Ancam Menindak Tegas Siapa Pun Pembangkang
Ibrahim Traore menyampaikan peringatan keras kepada para tokoh masyarakat di kota Ouahigouya. Ia menegaskan tidak boleh ada dua kapten dalam satu kapal.
“Semua orang yang bekerja bersama saya memahami cara kerja saya,” ujar Traore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria berusia 38 tahun tersebut mengancam akan menindak siapa pun tanpa ragu. Ia menegaskan bahwa tidak ada sosok kuat lain di sekelilingnya.
Langkah ini bertujuan menghentikan spekulasi perselisihan kekuasaan di dalam tubuh rezim militer. Pemerintah militer tersebut merebut kekuasaan lewat kudeta pada September 2022.
Misteri Hilangnya Orang Nomor Dua Junta
Publik mencurigai perselisihan antara Traore dan Kepala Layanan Intelijen Oumarou Yabre. Yabre memegang posisi penting dalam Dewan Keamanan Nasional Burkina Faso.
Masyarakat menganggap Yabre sebagai sosok orang nomor dua di dalam rezim. Namun Yabre tidak pernah muncul ke publik sejak akhir Mei lalu.
Seorang pejabat keamanan menyebut Yabre telah berhenti mendatangi kantornya. Petugas keamanan juga memangkas jumlah pengawal di rumah kediaman Yabre.
Yabre bahkan membolos dari upacara pengibaran bendera di istana presiden. Ia juga tidak menghadiri acara kenaikan pangkat para perwira tinggi militer.
Penangkapan Rekan Dekat dan Komandan Sorgho
Pihak keluarga membeberkan aksi penculikan terhadap beberapa rekan dekat Yabre. Pria bersenjata menculik penceramah agama Islam Ishaq Kindo yang mengkritik pemerintah.
Traore melabeli Kindo sebagai sosok yang sangat buruk. Presiden juga mencopot dua pejabat tinggi yang memiliki hubungan dekat dengan Yabre.
Kondisi serupa menimpa pejabat nomor tiga junta, Farouk Azaria Sorgho. Sorgho menjabat sebagai juru bicara junta dan komandan Batalyon Intervensi Cepat.
Ia menghilang dari ruang publik sejak pertengahan bulan Mei. Pasukan bersenjata menahan Sorgho beserta ayahnya, mantan Menteri Infrastruktur Adama Luc Sorgho.
Penggetatan Keamanan di Ibu Kota Ouagadougou
Pemerintah meningkatkan operasi pengamanan di ibu kota Ouagadougou secara masif. Warga menyaksikan penutupan beberapa ruas jalan utama di sekitar kompleks istana.
Petugas mengalihkan arus lalu lintas menjauhi area strategis pemerintahan. Aparat keamanan mendirikan banyak pos pemeriksaan baru di sudut kota.
Langkah pengamanan ketat ini menunjukkan tingginya kewaspadaan rezim Traore. Publik kini terus memantau dinamika politik yang berkembang di Afrika Barat tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













