Wamensesneg Ungkap 1.098 Sapi Kurban Prabowo untuk Masyarakat, Bukan Konsumsi Pribadi

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamensesneg Klarifikasi Sapi Kurban Presiden Prabowo: Banpres 1.098 Ekor Disalurkan ke Daerah. (Posnews/Ist)

Wamensesneg Klarifikasi Sapi Kurban Presiden Prabowo: Banpres 1.098 Ekor Disalurkan ke Daerah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menegaskan penyaluran sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 H/2026 M merupakan bagian dari program bantuan pemasyarakatan Presiden (Banpres), bukan untuk konsumsi pribadi.

Juri menjelaskan, program penyaluran hewan kurban tersebut sudah berjalan dari tahun ke tahun sebagai bentuk kehadiran negara dalam momentum keagamaan.

β€œBantuan sapi kurban dari Presiden ini ditujukan untuk masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan bisa ikut merayakan Idul Adha dan menikmati daging kurban,” ujar Juri dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun ini, pemerintah menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban Presiden ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Transjakarta Perketat Pengawasan dan Sanksi Sopir Mikrotrans Demi Keselamatan Pelanggan

Juri menegaskan, penggunaan anggaran Banpres dalam program tersebut merupakan mekanisme yang sah dan telah lama diterapkan dalam program bantuan pemerintah.

Selain itu, ia menekankan bahwa sapi kurban tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi Presiden, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah.

Di sisi lain, Juri juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo tetap menunaikan ibadah kurban secara pribadi dengan menggunakan dana sendiri. Hewan kurban tersebut juga dipotong dan dibagikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai penggunaan APBN dalam pengadaan hewan kurban kepala negara tidak menyalahi ketentuan syariat Islam.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 26–27 Februari 2026, Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Ketua Bidang Fatwa MUI KH Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, konsep tersebut memiliki dasar fikih, di mana pemimpin diperbolehkan menyalurkan kurban melalui baitul mal yang dalam konteks modern dipahami sebagai APBN.

β€œAPBN saat ini dapat diposisikan sebagai baitul mal modern yang digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Secara syariat tidak ada masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme tersebut sejalan dengan pola bantuan sosial pemerintah yang disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari sembako hingga hewan kurban, yang seluruhnya diperuntukkan bagi masyarakat luas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB