Ekonomi Jakarta Alami Deflasi 0,05 Persen pada Agustus 2025, BPS Beberkan Faktor Utama

Senin, 1 September 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menyampaikan rilis resmi soal deflasi 0,05 persen di Jakarta pada Agustus 2025, Senin (1/9/2025). (Dok-Ilustrasi)

Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menyampaikan rilis resmi soal deflasi 0,05 persen di Jakarta pada Agustus 2025, Senin (1/9/2025). (Dok-Ilustrasi)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat perekonomian ibu kota mengalami deflasi sebesar 0,05 persen (month to month) pada Agustus 2025. Indeks Harga Konsumen (IHK) juga turun dari 107,40 pada Juli menjadi 107,35 pada Agustus.

Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa kondisi ini berbeda dengan Agustus 2024 yang justru mencatat inflasi 0,04 persen. “Deflasi kali ini lebih dipengaruhi oleh turunnya harga bahan pangan,” ujarnya, Senin (1/9/2025).

Faktor Penyebab Deflasi Jakarta Agustus 2025

Nurul memaparkan, secara tahunan inflasi DKI Jakarta mencapai 2,16 persen, sedangkan secara tahun kalender sebesar 1,57 persen. Penyumbang utama deflasi berasal dari:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,69 persen dengan andil 0,14 persen.

  • Kelompok pakaian dan alas kaki deflasi 0,20 persen dengan andil 0,01 persen.

  • Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,06 persen, meski andilnya kecil.

Beberapa komoditas yang menekan harga antara lain tomat, cabai rawit, cabai merah, bawang putih, dan daging ayam ras. Pada sektor transportasi, bensin mengalami deflasi, namun tertahan oleh kenaikan tarif jalan tol, angkutan laut, dan kereta api seiring berakhirnya program diskon tarif.

Baca Juga :  Otoritas Kesehatan Lacak Penumpang MV Hondius

Kinerja Ekspor dan Impor Jakarta Tetap Positif

Meski deflasi terjadi, perdagangan luar negeri Jakarta mencatat tren positif. Pada periode Januari–Juli 2025, nilai ekspor Jakarta mencapai USD9,79 miliar, naik 38,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang ekspor nonmigas senilai USD9,77 miliar, meningkat 39,13 persen.

Komoditas alas kaki mencatat lonjakan tertinggi hingga 277,59 persen atau senilai USD1,36 miliar. Sebaliknya, ekspor ikan, krustasea, dan moluska turun 3,28 persen. Industri pengolahan menjadi motor utama dengan kenaikan USD2,75 miliar (41,09 persen), sementara sektor pertanian dan pertambangan justru tertekan.

Dari sisi impor, Jakarta membukukan nilai USD45,53 miliar, naik 8,97 persen. Peningkatan terutama pada barang modal (24,01 persen), bahan baku/penolong (3,58 persen), dan barang konsumsi (8,31 persen). Kendaraan dan komponennya menjadi komoditas impor terbesar dengan pertumbuhan 39,24 persen, sedangkan impor bahan bakar mineral turun 6,80 persen. Tiongkok tetap mitra dagang utama dengan kontribusi 42,29 persen.

Baca Juga :  Komnas Perempuan Minta Maaf soal Pernyataan Kasus YTR Bandung

Sektor Pariwisata dan Transportasi Jakarta Ikut Bergerak

BPS juga melaporkan peningkatan tingkat hunian kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2025 sebesar 55,91 persen, naik 1,68 poin year on year dan 3,56 poin month to month. Untuk hotel nonbintang, TPK tercatat 41,74 persen, turun 2,78 poin year on year, namun naik 0,87 poin dibanding Juni 2025.

Di sektor transportasi, jumlah penumpang MRT mencapai 4,35 juta orang (naik 15,07 persen), Transjakarta 37,61 juta orang (naik 5,94 persen), sementara LRT justru turun menjadi 118 ribu orang (turun 10,90 persen).

Pada moda laut, penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 31.511 orang (naik 15,81 persen). Aktivitas bongkar muat barang juga tumbuh, yakni 11,51 persen untuk bongkar (5,33 juta ton) dan 6,27 persen untuk muat (3,90 juta ton).

Namun kondisi berbeda terlihat pada transportasi udara. Penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma turun 17,53 persen menjadi 137.473 orang. Meski demikian, bongkar muat barang tetap meningkat 53,73 persen (1,03 ribu ton) dan 20,56 persen (4,34 ribu ton). (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru