Pengadilan Batalkan Kebijakan Tarif Global Donald Trump

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pengadilan Perdagangan Internasional AS menyatakan tarif global 10% yang ditetapkan Presiden Donald Trump ilegal. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pengadilan Perdagangan Internasional AS menyatakan tarif global 10% yang ditetapkan Presiden Donald Trump ilegal. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pilar utama kebijakan ekonomi proteksionis Presiden Donald Trump kembali runtuh di meja hijau. Pengadilan Perdagangan Internasional AS mengeluarkan putusan pembatalan tarif global baru pemerintah. Pengadilan menyatakan kebijakan tersebut tidak sah secara hukum.

Oleh karena itu, tarif 10 persen yang sebelumnya menyasar barang impor kini tidak lagi berlaku. Keputusan ini menghambat upaya pemerintah dalam menekan defisit perdagangan lewat otoritas eksekutif sepihak pada tahun 2026.

Pelanggaran Pasal 122 Trade Act 1974

Pemerintah sebelumnya mencoba melegalkan tarif ini dengan merujuk Pasal 122 Trade Act 1974. Namun, pengadilan menekankan bahwa ketentuan itu hanya berlaku saat negara mengalami “defisit neraca pembayaran yang besar dan serius.”

Jaksa Agung Oregon, Dan Rayfield, mengklarifikasi perbedaan terminologi ekonomi yang pemerintah abaikan tersebut. “Defisit perdagangan bukanlah defisit neraca pembayaran,” tegas kantor Rayfield. Akibatnya, pengadilan menyatakan proklamasi presiden tidak sah. Undang-undang tidak mengizinkan pemerintah memungut tarif tersebut dari para penggugat.

Jejak Kekalahan Hukum Beruntun

Konflik hukum ini merupakan babak terbaru dari perselisihan panjang antara Gedung Putih dan sistem peradilan. Awalnya, administrasi Trump memberlakukan tarif universal pada April 2025 menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Meskipun demikian, Mahkamah Agung AS memutuskan penggunaan IEEPA tersebut melanggar hukum pada Februari 2026. Trump segera beralih menggunakan Pasal 122 untuk menetapkan bea masuk 10 persen atas seluruh barang impor. Kebijakan terbaru ini berlaku sejak 24 Februari 2026. Aturan tersebut akan berakhir pada Juli mendatang kecuali Kongres memberikan perpanjangan.

Kemenangan Koalisi 24 Negara Bagian

Kekuatan kolektif dari tingkat daerah memimpin perlawanan terhadap tarif global ini. Sebuah koalisi 24 negara bagian menggugat kebijakan tersebut pada Maret 2026. Mereka ingin menghentikan “pajak ilegal terhadap konsumen” tersebut.

Baca Juga :  Putin Kunjungi Xi Jinping Perkuat Poros Rusia-China Pasca-KTT Trump

Selanjutnya, para penggugat berargumen bahwa tarif tersebut merusak daya beli masyarakat dan mengganggu industri lokal. Putusan hari Kamis ini memberikan landasan hukum tetap bagi argumen negara-negara bagian tersebut. Pengadilan memerintahkan penghentian pemungutan tarif karena tindakan tersebut melanggar hukum federal.

Kesimpulan: Menanti Respons Gedung Putih

Putusan ini menempatkan strategi perdagangan Trump dalam ketidakpastian ekstrem. Singkatnya, dalih defisit perdagangan gagal memicu otoritas darurat ekonomi pemerintah secara sepihak.

Masyarakat internasional kini memantau apakah Gedung Putih akan mengajukan banding atau mencari landasan hukum lain. Dengan demikian, ambisi kebijakan luar negeri presiden tetap berbenturan dengan prinsip checks and balances. Perselisihan ini menjadi medan tempur politik paling panas sepanjang tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

ASUS meluncurkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT edisi spesial Onimusha. Simak spesifikasi RDNA 4, desain Oni Gauntlet. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Rilis Kartu Grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT

Sabtu, 31 Okt 2026 - 15:50 WIB

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di PS Store dan Steam akibat masalah keamanan PHP. Simak ulasan perbaikan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Matikan Server dan Hentikan Penjualan Street Fighter V

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:41 WIB

Raffi Ahmad dan Willie Salim menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JABODETABEK

Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB