Yakub Hasibuan Gelar Perkara Ijazah Jokowi Bukan Ajang Pembuktian – Hormati Proses Hukum

Senin, 15 Desember 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum Jokowi Yakub Hasibuan menghadiri gelar perkara khusus kasus tudingan ijazah palsu di Polda Metro Jaya. (Posnews/Net)

Kuasa hukum Jokowi Yakub Hasibuan menghadiri gelar perkara khusus kasus tudingan ijazah palsu di Polda Metro Jaya. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Yakub Hasibuan, mendatangi Polda Metro Jaya untuk menghormati proses hukum lanjutan, pada Senin (15/12/2025).

Kehadirannya sekaligus menandai digelarnya perkara khusus kasus tudingan ijazah palsu Jokowi yang memicu polemik nasional.

Yakub menegaskan, dirinya hadir semata-mata memenuhi undangan penyidik. Karena itu, ia menekankan komitmen untuk menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

“Kami datang karena undangan penyidik. Selain itu, gelar perkara ini hanya berisi pemaparan, bukan pembuktian,” tegas Yakub di Mapolda Metro Jaya.

Selanjutnya, Yakub meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang. Menurutnya, gelar perkara bukan forum untuk menguji benar atau salah perkara. Pembuktian, kata dia, hanya berlangsung di persidangan.

Baca Juga :  ASN DKI Hanya 25–50 Persen WFH, Pramono Larang Layanan Publik WFH, Siap Beri Sanksi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika ada narasi seolah-olah kebenaran diuji di sini, itu jelas keliru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yakub menjelaskan forum tersebut hanya memuat paparan penyidik, mulai dari tahapan penyelidikan hingga daftar barang bukti yang telah disita. Dengan demikian, para pihak, termasuk tersangka, berhak mengetahui arah dan progres penyidikan.

Sebagai pelapor, Yakub juga menuntut kepastian hukum. Ia meminta kejelasan kapan perkara ini akan dilimpahkan ke kejaksaan dan disidangkan di pengadilan.

Baca Juga :  Kanwil KemenHAM DK Jakarta Audiensi Warga TPU Menteng Pulo, Pastikan Hak Kelompok Rentan Terjamin

“Kami berhak mengetahui kapan perkara ini masuk tahap persidangan,” katanya.

Sementara itu, terkait ketidakhadiran Jokowi, Yakub memastikan tidak ada persoalan hukum. Presiden ke-7 RI tersebut telah memberikan kuasa penuh kepada tim pengacara.

“Kami hadir mewakili Pak Jokowi sesuai kuasa hukum yang sah,” tandasnya.

Kasus tudingan ijazah palsu Jokowi terus menyita perhatian publik. Oleh sebab itu, gelar perkara khusus ini menjadi momentum krusial yang dinilai akan menentukan arah lanjutan kasus yang menghebohkan Tanah Air. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja
Pengendara Motor Dibegal di Bekasi, Pelaku Tendang Korban hingga Tersungkur
Nenek di Pondok Aren Ditusuk Tetangga Saat Gendong Cucu, Polisi Dalami Motif
Banjir Jakarta Hari Ini Rendam 4 RT dan 2 Jalan, Dipicu Hujan Deras

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:20 WIB

Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:11 WIB

Pengendara Motor Dibegal di Bekasi, Pelaku Tendang Korban hingga Tersungkur

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB