10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi militer antara Israel dan Hezbollah mencapai titik mematikan pada Jumat siang. Serangan udara Israel menghantam sejumlah wilayah di Lebanon Selatan. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai belasan warga lainnya.

Padahal, kedua pihak saat ini sedang berada dalam masa gencatan senjata. Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat tersebut berlaku sejak 17 April. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa permusuhan fisik terus berlangsung tanpa henti.

Serangan Mematikan di Habboush dan Kfar Rumman

Militer Israel mendesak warga desa Habboush untuk segera mengungsi pada Jumat sore. Mereka memberikan peringatan melalui pengumuman darurat. Namun, sebuah serangan udara menghantam desa tersebut hampir bersamaan dengan peringatan pengungsian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan enam orang tewas dalam serangan di Habboush. Korban mencakup seorang wanita dan seorang anak. Selain itu, petugas penyelamat di desa Kfar Rumman menemukan lima jenazah di bawah reruntuhan. Mereka mengidentifikasi korban sebagai Malek Hamza beserta tiga anak laki-lakinya. Serangan di Kfar Rumman juga menewaskan seorang tentara Lebanon bernama Ali Jaber.

Baca Juga :  Kim Jong Un dan Ju Ae Tampil Serasi dengan Jaket Kulit

Balasan Hezbollah: Drone dan Roket di Israel Utara

Hezbollah merespons agresi udara tersebut dengan meluncurkan enam pernyataan resmi. Mereka mengeklaim telah menyerang posisi militer Israel menggunakan drone peledak dan roket. Akibatnya, dua tentara Israel mengalami luka ringan dalam serangan di dekat Margaliot.

Media Israel melaporkan bahwa dampak drone Hezbollah memicu kebakaran di wilayah utara. Militer Israel mengonfirmasi keberadaan drone peledak yang jatuh di dekat perbatasan. Saling balas serangan ini mempertegas kerapuhan stabilitas keamanan di sepanjang garis biru (Blue Line).

Penargetan Petugas Medis dan Krisis Rumah Sakit

Situasi kemanusiaan semakin memprihatinkan bagi para petugas penyelamat. Wakil Sekretaris Jenderal IFRC, Xavier Castellanos Mosquera, mengecam penargetan sukarelawan Palang Merah. Ia mengungkapkan bahwa serangan Israel telah membunuh dua sukarelawan Palang Merah Lebanon dan melukai 18 lainnya.

Baca Juga :  Bayi 11 Bulan dicekoki Miras di NTT, Ayah Kandug Wajib Lapor dan Sampel Diuji Labfor

“Para sukarelawan di selatan saling berpelukan sebelum bertugas karena mereka tidak tahu apakah akan kembali,” ujar Mosquera. Di sisi lain, rumah sakit Jabal Aamel di Tyre terus beroperasi meski dalam tekanan besar. Direktur rumah sakit, Wael Mroueh, menyebut banyak pengungsi memutuskan kembali ke rumah mereka karena kesulitan ekonomi di pengungsian. Oleh karena itu, rumah sakit kini menampung staf beserta keluarga mereka agar layanan medis tetap berjalan.

Jalan Panjang Menuju Perdamaian

Perang yang bermula pada 2 Maret 2026 ini telah merusak infrastruktur dasar Lebanon secara masif. Meskipun terdapat upaya negosiasi langsung, kekerasan di lapangan terus menghambat proses diplomasi. Data terbaru menunjukkan jumlah korban luka kini telah melampaui angka 8.000 orang.

Masyarakat internasional kini mendesak penegakan gencatan senjata secara lebih ketat. Singkatnya, tanpa adanya jaminan keamanan bagi warga sipil dan petugas medis, harapan untuk mengakhiri konflik di tahun 2026 tetap menjadi tantangan besar bagi stabilitas Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:19 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Berita Terbaru