TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Pengungkapan kasus narkoba kembali bikin geger.
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran sabu jaringan internasional asal Iran dengan total berat hampir 5 kilogram di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
Penindakan ini dilakukan cepat dan terukur oleh Unit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba. Polisi langsung meringkus dua tersangka berinisial TP (32) dan C (31) beserta barang bukti sabu seberat 4.874 gram.
“Kami mengamankan dua orang tersangka berikut barang bukti sabu sekitar 4,8 kilogram,” tegas Kanit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Iptu Andri Fajar, Selasa (14/4/2026).
Jaringan Iran–Indonesia Terbongkar
Selanjutnya, hasil pemeriksaan mengungkap fakta mencengangkan. Sabu tersebut ternyata dipesan langsung dari seorang warga negara Iran yang berada di luar negeri.
Barang haram itu dikirim melalui jalur udara dan masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan demikian, polisi memastikan kasus ini merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional yang terorganisir rapi dan melibatkan kurir lintas negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya sabu, aparat juga menyita sejumlah barang bukti lain seperti timbangan elektrik, ponsel, serta plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika sebelum diedarkan.
Dari pengungkapan ini, polisi memperkirakan ribuan jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang berbahaya.
Pengembangan Terus Dilakukan
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mako Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Sementara itu, polisi terus mengembangkan kasus guna membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk memburu pengendali utama yang diduga berada di Iran.
Di sisi lain, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba.
Dengan pengungkapan ini, Polda Metro Jaya kembali menegaskan komitmennya untuk menghantam jaringan narkotika internasional hingga ke akar-akarnya. (red)
Editor : Hadwan



















