5 Oknum TNI AL Keroyok Guru SMK di Talaud, Warga Geruduk Mako Lanal Melonguane

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi warga menggeruduk Mako Lanal Melonguane usai pengeroyokan guru SMK oleh oknum TNI AL di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. (Posnews/Ist)

Aksi warga menggeruduk Mako Lanal Melonguane usai pengeroyokan guru SMK oleh oknum TNI AL di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. (Posnews/Ist)

TALAUD, POSNEWS.CO.ID – Aksi pengeroyokan terhadap seorang guru SMK berinisial BS oleh lima oknum prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Umum Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, memicu kemarahan warga.

Insiden ini bahkan berujung aksi demonstrasi ricuh di Mako Lanal Melonguane.

Pengeroyokan terjadi Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Saat itu, korban sedang memancing bersama rekannya.

Namun, sejumlah oknum anggota Lanal yang diduga dalam kondisi mabuk berteriak dan memaki sehingga mengganggu warga.

Tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, menyebut korban menegur pelaku agar tidak mengganggu. Teguran itu justru memicu emosi para oknum tersebut.

“Korban langsung dikeroyok sampai babak belur,” kata Godfried, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Ditjen Imigrasi Bongkar Investor dan Sponsor Fiktif, 196 WNA Ditangkap

Tak hanya itu, salah satu korban lain bahkan sempat dilempar ke laut. Beruntung, warga segera menolong karena korban tidak bisa berenang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat kejadian tersebut, amarah warga memuncak. Jumat (23/1/2026), massa menggeruduk Mako Lanal Melonguane.

Aksi unjuk rasa dari aliansi masyarakat adat sempat berlangsung ricuh sebelum aparat gabungan TNI–Polri turun tangan mengamankan situasi.

Menanggapi kejadian itu, Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi membenarkan adanya insiden pengeroyokan.

Ia memastikan lima oknum prajurit TNI AL yang terlibat telah diamankan Detasemen Polisi Militer (Denpom).

“Oknum yang terlibat langsung sudah ditahan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Dery.

Baca Juga :  Imigrasi Amankan WZ, Buronan Penipuan Rp 2,2 Triliunan Asal China di Batam

Selain itu, TNI AL menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Talaud.

Dery menegaskan institusinya tidak mentolerir pelanggaran hukum oleh prajurit dan akan melakukan evaluasi serius dalam pembinaan personel.

Sebagai bentuk tanggung jawab, TNI AL juga memberikan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban.

BS kini dirujuk ke RS Prof. Kandou Manado untuk perawatan lanjutan setelah mendapat penanganan awal dan dievakuasi dari Talaud.

“Saat ini kondisi korban stabil dan terus dipanta u tenaga medis,” pungkas Dery.

Hingga kini, situasi di Melonguane dilaporkan kondusif setelah dilakukan koordinasi dan mediasi dengan pemerintah daerah serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Pamerkan Rudal Jarak Jauh Tipe 12 Jelang Penempatan di Kumamoto
Target Berikutnya: Trump Beri Sinyal Ambil Alih Kuba di Tengah Kolapsnya Listrik Nasional
Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut
Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:03 WIB

Jepang Pamerkan Rudal Jarak Jauh Tipe 12 Jelang Penempatan di Kumamoto

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:53 WIB

Target Berikutnya: Trump Beri Sinyal Ambil Alih Kuba di Tengah Kolapsnya Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB