Jepang Pamerkan Rudal Jarak Jauh Tipe 12 Jelang Penempatan di Kumamoto

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing mendesak komunitas internasional untuk waspada terhadap langkah Tokyo yang melonggarkan aturan penjualan senjata. Dok: Istimewa.

Beijing mendesak komunitas internasional untuk waspada terhadap langkah Tokyo yang melonggarkan aturan penjualan senjata. Dok: Istimewa.

KUMAMOTO, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Pertahanan Jepang memamerkan peluncur rudal dan peralatan tempur lainnya di Garnisun Kengun, Kumamoto, pada Selasa. Pameran ini mendahului jadwal penempatan resmi rudal jarak jauh yang akan berlangsung pada 31 Maret mendatang.

Penempatan ini merupakan yang pertama bagi Jepang dalam upaya memperoleh “kemampuan serangan balik”. Jepang ingin memastikan mampu menghantam target musuh dalam keadaan darurat keamanan nasional. Langkah ini menandai perubahan besar dari kebijakan pertahanan eksklusif Jepang yang selama ini berlandaskan konstitusi pasifis.

Jangkauan 1.000 Km: Mencapai Garis Pantai Benua

Rudal yang dipamerkan merupakan versi pembaruan dari rudal kendali darat-ke-kapal Tipe 12. Senjata ini mampu terbang sejauh kurang lebih 1.000 kilometer. Dengan jangkauan tersebut, militer Jepang dapat menjangkau bagian garis pantai benua dari wilayah Kyushu.

Baca Juga :  Korban Keracunan MBG di Bandung Barat 1.333 Orang, Beberapa Pasien Alami Gejala Berulang

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa lingkungan keamanan saat ini adalah yang paling parah sejak Perang Dunia II. Oleh karena itu, Jepang bisa meluncurkan rudal tersebut jika mendeteksi serangan musuh terlebih dahulu. Jepang bahkan dapat bertindak sebelum mengalami kerusakan fisik jika ancaman sudah bersifat pasti.

Kritik Pemerintah Daerah dan Warga

Gubernur Prefektur Kumamoto, Takashi Kimura, dan Wali Kota Kumamoto, Kazufumi Onishi, turut hadir dalam pameran tersebut. Namun, mereka menyampaikan keresahan warga yang merasa kementerian kurang memberikan pengarahan. Warga khawatir lokasi penempatan rudal akan menjadi target serangan utama dalam konflik masa depan.

“Kekhawatiran dan rasa ingin tahu setiap orang berbeda-beda,” ujar Wali Kota Onishi kepada wartawan. Ia mendesak kementerian untuk memberikan penjelasan yang lebih hati-hati kepada publik. Senada dengan itu, Gubernur Kimura meminta kementerian mengadakan acara sosialisasi terpisah khusus bagi penduduk setempat.

Baca Juga :  Revenge Bedtime Procrastination: Balas Dendam Begadang Demi Kewarasan

Masalah Transparansi Transportasi Militer

Ketegangan meningkat setelah GSDF tidak memberi tahu pemerintah daerah mengenai pengangkutan peluncur rudal baru pada 9 Maret dini hari. Peralatan tersebut tiba di Garnisun Kengun tanpa koordinasi sebelumnya dengan pihak prefektur maupun kota Kumamoto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Kyushu Kementerian Pertahanan, Kazumi Ito, berjanji akan memperbaiki komunikasi. Ia berkomitmen untuk bekerja lebih erat dengan pemerintah daerah guna menyediakan informasi yang memadai bagi warga. Transparansi informasi menjadi kunci utama di tengah transformasi besar kekuatan militer Jepang di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB