Whoosh Diserbu Turis Malaysia Saat Libur Nataru, KCIC Catat Lonjakan Penumpang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan asal Malaysia memadati kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
(Posnews/Ist)

Wisatawan asal Malaysia memadati kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Whoosh diserbu turis Malaysia. Kereta cepat kebanggaan Indonesia ini jadi pilihan utama wisatawan Negeri Jiran selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat ribuan turis Malaysia tumpah ruah memanfaatkan Whoosh untuk berwisata ke Bandung dan Jawa Barat.

Setiap hari, 750–1.000 wisatawan Malaysia melaju dari Jakarta ke Bandung menggunakan Whoosh. Mereka memburu destinasi favorit seperti Lembang dan Ciwidey, bikin jalur kereta cepat makin ramai dan panas.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menegaskan, Whoosh kini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya liburan turis mancanegara.

Baca Juga :  Aliansi Jepang-AS Runtuh Jika Tokyo Diam Saat Krisis Taiwan

“Wisatawan Malaysia memanfaatkan libur akhir tahun untuk berwisata di Bandung dan Jawa Barat. Whoosh sudah jadi pengalaman wisata tersendiri,” ujar Eva, Minggu (28/12/2025).

Data KCIC mencengangkan. Selama angkutan Nataru 2025/2026, penumpang internasional menembus 13 ribu orang.

Lebih dari separuhnya—53 persen atau sekitar 7 ribu penumpang—datang dari Malaysia sejak 18 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara total, sejak beroperasi pada 2023 hingga 2025, Whoosh telah mengangkut 294 ribu wisatawan Malaysia.

Jumlah penumpang internasional keseluruhan bahkan mencapai 394 ribu orang. Whoosh benar-benar mendunia.

Baca Juga :  Kasus Richard Lee Memanas, Polisi Perpanjang Penahanan hingga Mei 2026

Lonjakan penumpang juga terjadi di dalam negeri. Hingga Minggu (28/12) siang, tiket Whoosh terjual 16 ribu lembar dan diprediksi meledak hingga 23 ribu penumpang sampai keberangkatan terakhir.

Selama masa angkutan Nataru, total tiket yang terjual menembus 225 ribu tiket. Rata-rata penumpang harian melonjak 20–30 persen, dari normal 16–18 ribu menjadi 22–24 ribu penumpang per hari.

KCIC pun pasang peringatan. Eva mengimbau masyarakat dan wisatawan jangan nekat dadakan. Tiket Whoosh diminta dipesan lebih awal lewat aplikasi Whoosh atau situs resmi ticket.kcic.co.id.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB