Keajaiban Iglo: Rumah Salju Menjaga Kehangatan di Tengah Badai Arktik?

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

Bayangkan hidup di padang es yang membeku dengan suhu mencapai minus 45 derajat Celcius. Di lingkungan ekstrem seperti ini, suku Inuit berhasil menciptakan salah satu tempat berlindung paling jenius dalam sejarah manusia: Iglo.

Banyak orang mengira rumah salju ini akan sedingin es di dalamnya. Faktanya, iglo adalah contoh luar biasa dari kecerdikan manusia dalam beradaptasi.

Struktur kubah salju ini mampu menahan panas dengan sangat efisien. Bahkan, suhu di dalam iglo bisa mencapai 16 derajat Celcius hanya dengan mengandalkan panas tubuh penghuninya, sementara badai salju mengamuk di luar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salju sebagai Isolator Alami

Rahasia utama iglo terletak pada materialnya. Salju yang dipadatkan ternyata merupakan isolator yang sangat baik. Pasalnya, salju mengandung banyak kantong udara yang terperangkap di dalamnya.

Udara adalah penghantar panas yang buruk. Oleh karena itu, dinding salju mencegah panas tubuh keluar dan menahan dingin ekstrem dari luar agar tidak masuk.

Baca Juga :  Tips Anti-Lemas: Panduan Nutrisi Sahur Agar Stamina Terjaga hingga Berbuka

Desain pintu masuknya juga memainkan peran vital. Terowongan masuk dibuat lebih rendah daripada lantai ruang utama. Tujuannya, untuk menciptakan “jebakan dingin” (cold trap).

Udara dingin yang berat akan mengendap di terowongan bawah, sedangkan udara hangat yang ringan akan naik dan berkumpul di area tidur yang ditinggikan. Prinsip fisika sederhana ini menjaga penghuni tetap hangat dan nyaman.

Teknik Membangun Kubah Tanpa Semen

Membangun iglo membutuhkan teknik presisi, bukan sekadar menumpuk salju. Pertama, pembangun harus memilih lokasi yang aman dari risiko longsoran salju.

Selanjutnya, balok-balok salju disusun dalam pola spiral yang melengkung ke dalam. Kemiringan dinding sekitar 35 derajat atau lebih sangat ideal untuk stabilitas.

Teknik ini memungkinkan kubah terbentuk tanpa penyangga tambahan (self-supporting). Uniknya, pembangun sering kali menggali pintu masuk dari dalam setelah kubah selesai, lalu membuat lubang ventilasi kecil di atap.

Baca Juga :  Teror Pagi Buta di Australia: Hiu Ganas Tewaskan Wanita, Pria Luka Parah Diselamatkan Warga

Lubang ventilasi ini sangat krusial. Tanpa itu, penghuni bisa mati lemas karena kehabisan oksigen atau keracunan karbon dioksida di malam hari.

Dari Rumah Berburu ke Hotel Mewah

Meskipun seni membangun iglo tradisional mulai menurun akibat pemanasan global yang mengurangi ketersediaan salju padat, konsep ini tetap hidup dalam bentuk baru.

Iglo kini berevolusi menjadi atraksi wisata mewah. Di Finlandia, Norwegia, dan Swedia, bermunculan “Hotel Es” yang megah.

Contohnya, Ice Hotel di Jukkasjarvi, Swedia. Hotel ini dibangun setiap musim dingin menggunakan air sungai Torne yang jernih. Wisatawan tidur di atas kulit rusa kutub dalam kamar-kamar es yang diukir indah.

Pada akhirnya, iglo membuktikan satu hal. Manusia tidak harus menaklukkan alam dengan beton dan baja untuk bertahan hidup. Terkadang, bekerja sama dengan alam dan memanfaatkan apa yang tersedia adalah solusi teknik yang paling elegan dan berkelanjutan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB