Polisi Bongkar Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Warakas, Tanjung Priok

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi mengungkap kondisi tragis tiga jasad sekeluarga yang ditemukan tewas di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).

Ketiga korban diduga meninggal akibat keracunan dengan kondisi tubuh mengalami melepuh.

“Secara kasatmata, ada kondisi tubuh yang melepuh di sekitar tubuh korban,” ujar Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, kepada wartawan di lokasi.

Ia menambahkan bahwa kondisi melepuh hanya ditemukan pada ketiga jenazah, sementara korban yang selamat tidak mengalami hal serupa.

“Untuk lebih dalamnya, nanti hasil pemeriksaan lanjutan dari Laboratorium Forensik yang bisa menjawab,” jelas Seno.

Baca Juga :  Kapolri Bongkar 87 Kontainer CPO Ilegal di Tanjung Priok, Kerugian Negara Nyaris Triliunan

Tim Puslabfor Ambil Sampel dan Barang Bukti

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah TKP dan mengambil sejumlah sampel dari lokasi, termasuk cairan dalam botol air mineral.

Petugas juga mengamankan bungkusan cokelat berisi botol air mineral sebagai barang bukti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim Labfor sudah mengambil sampel dari benda-benda di TKP yang diperlukan untuk pengecekan lebih lanjut,” jelas Iptu Seno.

Hasil olah TKP akan dirinci lebih lanjut oleh tim Laboratorium Forensik.

Pemeriksaan Awal: Mulut Korban Mengeluarkan Busa

Polisi mencatat bahwa ketiga korban mengeluarkan busa dari mulut. Jenazah terdiri dari satu orang ibu dan dua anaknya.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Phishing E-Tilang Palsu, 5 Orang Ditangkap - Dikendalikan WNA

Selain itu, sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk botol minuman, sisa makanan, telepon genggam, dan barang lain yang terkait.

“Seluruh barang bukti diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tambah Seno.

Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Utara bersama tim Puslabfor masih menelusuri penyebab kematian ketiga korban.

Polisi menghimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi laboratorium forensik.

“Penyelidikan masih berjalan. Kita akan koordinasi lebih lanjut dengan Labfor untuk memastikan penyebab kematian,” tutup Iptu Seno.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB